Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Tips Kelola Keuangan Bagi Anak yang Dapat THR

Sabtu 15 May 2021 15:33 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Esthi Maharani

Seorang anak bersama orang tuanya memilih mainan

Seorang anak bersama orang tuanya memilih mainan

Foto: Prayogi/Republika
Pada masa saat ini, sangat tepat mengajarkan anak untuk mengelola keuangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momen Lebaran biasanya diisi dengan pemberian tunjangan hari raya (THR). Tak hanya pekerja, anak-anak pun juga mendapat THR dari orangtua hingga sanak keluarga.

Pada masa saat ini, sangat tepat mengajarkan anak untuk mengelola keuangan, dengan menciptakan pelajaran yang sesuai dengan usia dengan memperkenalkan konsep dengan cara yang sesuai dan benar-benar dipahami.

Berikut pelajaran yang tepat disesuaikan dengan umur, dalam mengajarkan anak-anak tentang nilai uang, dilansir Citibank.ae.

1. Usia 4 hingga 6 tahun
Pelajaran yang sesuai untuk anak umur empat sampai enam tahun adalah bagaimana membedakan kebutuhan dan keinginan. Orang tua mungkin berpikir prasekolah hingga taman kanak-kanak terlalu dini untuk membahas keuangan, tetapi anak-anak Anda sudah mempelajari beberapa dasar penting seperti keinginan dan kebutuhan.

Meskipun mungkin terdengar sangat muda untuk mulai membicarakan uang dengan anak prasekolah atau taman kanak-kanak Anda, anak-anak seusia ini dapat dengan mudah mengkontekstualisasikan melakukan suatu tindakan (seperti pekerjaan rumah) dengan imbalan uang serta menukar uang dengan sesuatu yang mereka inginkan.

Ketika anak-anak Anda mulai memahami konsep umum tentang uang, langkah selanjutnya adalah membiarkan mereka mulai membuat keputusan.

2. Usia 7 sampai 10 tahun
Pelajarannya yakni berpikir kewirausahaan dan membiarkan anak mengambil keputusan. Penting bagi Anda untuk mulai mencari tahu apa yang memotivasi anak Anda dan mengawinkan motivasi tersebut untuk menghasilkan, menabung, dan membelanjakan.

Direkomendasikan agar anak Anda menetapkan tujuan menabung dengan membuat daftar beberapa barang yang ingin dibeli anak Anda. Ini membuka kesempatan bagi Anda untuk mendiskusikan strategi menabung dengan anak dan membantu mereka mengevaluasi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

3. Usia 11 hingga 14 tahun
Saat anak-anak Anda beranjak remaja dan remaja, inilah saatnya menawarkan otonomi atas keuangan mereka. Ajak anak Anda ke bank untuk membuka rekening tabungan bagi anak. Anda dapat menawarkan program pencocokan orang tua dan mencocokkan apa yang mereka simpan untuk pembelian tertentu.

Memberi anak-anak Anda tanggung jawab untuk membayar tagihan atau pengeluaran tertentu dalam hidup mereka, seperti pakaian, dapat membantu mereka memahami cara kerja uang. Tunjangan atau uang yang diperoleh dari usaha wirausaha dapat digunakan untuk melakukan pembelian tersebut. Jangan takut untuk membiarkan anak Anda membuat keputusan yang Anda tahu tidak akan berakhir dengan baik.

Membiarkan anak-anak melakukan pembelian mereka sendiri akan membawa Anda dengan sempurna ke tahap berikutnya yang bisa dibilang salah satu yang tersulit bagi banyak orang tua.

4. Usia 15 hingga 18 tahun
Wajibkan anak Anda untuk mencari uang sendiri dan membuat keputusan pengeluaran. Mungkin akan mengejutkan orang tua bahwa Anda harus mendorong anak untuk mencari uang sendiri.

Lagi pula, Anda mungkin masih ingin menjadi pelindung dan merasa masih banyak yang harus dipelajari tentang kehidupan. Namun kenyataannya, inilah saatnya untuk mulai mempersiapkan mereka untuk menentukan sendiri, sehingga transisi keluar dari rumah tidak terlalu mengejutkan.

Tawarkan kebijaksanaan finansial, meskipun Anda telah melakukan kesalahan Tidak jarang orang tua takut mengajari anak mereka tentang uang. Lagi pula, mungkin Anda tidak memiliki kehidupan finansial yang sama, jadi apa yang memberi Anda hak untuk mengajar mereka?

Mulailah dari tempat Anda berada dan ajari mereka apa yang Anda ketahui. Bagikan kesalahan yang Anda buat dan bagaimana Anda mencoba memperbaikinya. Dengan menggunakan kesalahan Anda sebagai momen yang bisa diajar.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA