Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

BP2MI Usul PMI di Malaysia Ditarik Pulang ke Tanah Air

Sabtu 15 May 2021 15:18 WIB

Red: Esthi Maharani

Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) berjalan menuju tempat pengecekan dokumen perjalanan di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (29/4/2021). Sebanyak 100 orang PMI dari Singapura dipulangkan melalui Batam dan akan dikarantina sementara selama lima hari sebelum di pulangkan ke daerah asal.

Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) berjalan menuju tempat pengecekan dokumen perjalanan di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (29/4/2021). Sebanyak 100 orang PMI dari Singapura dipulangkan melalui Batam dan akan dikarantina sementara selama lima hari sebelum di pulangkan ke daerah asal.

Foto: Antara/Teguh Prihatna
PMI yang ada di Malaysia diusulkan ditarik pulang ke tanah air

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG PINANG -- Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengusulkan pemerintah menarik pekerja migran Indonesia (PMI) yang ada di Malaysia untuk kembali dan bekerja di Tanah Air. Benny mencontohkan terhadap PMI yang bekerja di sektor perkebunan di Malaysia, dia akan berbicara kepada Menteri BUMN, meminta agar PMI perkebunan dipekerjakan di lahan-lahan yang dimiliki dan dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

"Bangunkan perumahan-perumahan bagi pekerja di area perkebunan tersebut, sebagaimana Malaysia membangun perumahan-perumahan bagi pekerja kita. Setelah itu, kita bisa tarik semua PMI perkebunan dari Malaysia," kata Benny, Jumat (15/5).

Benny menyampaikan saat ini ada sekitar 2 juta PMI di Malaysia. Ironinya hanya 750 ribu orang yang pekerja legal, selebihnya atau 1,2 juta orang adalah pekerja ilegal. Dia mendapati bahwa tidak sedikit PMI mengalami tindak kekerasan selama berada di DTI Johor Bahru. Bukan hanya itu, tapi juga diambil barangnya dan disuruh membayar sejumlah biaya untuk dapat ke luar tahanan.

Menurutnya PMI dihina secara individu, bahkan turut menghina Pemerintah Indonesia. "Padahal bisa dikatakan bahwa Malaysia lah yang sangat memerlukan tenaga PMI kita. Oleh karena itu, ke depannya mungkin kita bisa memikirkan opsi untuk menerapkan moratorium PMI ke Malaysia," kata Benny.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA