Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Pemerintah Fokus Saring Pemudik di Bakauheni dan Gilimanuk

Sabtu 15 May 2021 14:54 WIB

Red: Esthi Maharani

Petugas melakukan swab test antigen kepada pengunjung Rest Area 102 A Tol Cipali, Subang, Jawa Barat

Petugas melakukan swab test antigen kepada pengunjung Rest Area 102 A Tol Cipali, Subang, Jawa Barat

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Pemerintah akan melakukan tes di kota-kota besar maupun rest area di jalan tol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan akan fokus melakukan penyaringan atau screening pemudik dengan tes antigen di dua tempat, yakni Bakauheni yang menjadi penghubung antara Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa dan Gilimanuk yang menjadi penghubung Pulau Bali dengan Pulau Jawa.

"Kami memberikan mandatori di dua tempat, yaitu antara Jawa dan Sumatera dan antara Bali dan Jawa. Ini mandatori bahkan Menteri Kesehatan memberikan subsidi antigen di beberapa tempat itu," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan pers, Sabtu (15/5).

Sementara itu di Pulau Jawa, pemerintah akan melakukan tes di kota-kota besar maupun rest area di jalan tol. Adapun di jalan arteri tempat tes berada di kawasan Bulonggandu, Karawang, Jawa Barat.

"Kami akan melakukan upaya screening dengan mewajibkan mereka yang masuk jalan tol sudah memiliki rapid tes antigen. Kalau mereka belum punya, kami terpaksa melakukan tes acak di titik-titik tertentu di rest area," kata Budi Karya.

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa pemerintah mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama masa arus balik Lebaran dengan melakukan contraflow untuk mengurangi kepadatan lalu-lintas. Merujuk data Kementerian Perhubungan terdapat sekitar 1,5 juta orang yang keluar dari Jabodetabek sejak 22 April 2021 hingga penerapan kebijakan pelarangan mudik yang dimulai pada 6 Mei 2021.

Berdasarkan data tersebut, jutaan orang menuju ke beberapa daerah utama seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Sumatera. Selama masa pelarangan mudik, angkutan jalan turun sekitar 86 persen jika dibandingkan masa pengetatan syarat perjalanan. Sedangkan angkutan penyeberangan terjadi penurunan sekitar 62 persen, angkutan laut 30 persen dan kereta api 88 persen pada periode 6-11 Mei 2021.

Penurunan di semua moda transportasi itu mengindikasikan bahwa masyarakat mematuhi ketentuan yang ada untuk mencegah penularan virus Corona.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA