Sabtu 15 May 2021 10:32 WIB

Pertamina pastikan BBM Aman di Masa Libur Lebaran

Meskipun ada larangan mudik, kami pastikan BBM maupun LPG tetap tersalurkan

Pertamina menyediakan 1.200 layanan BBM sepanjang jalur tol Trans Jawa dan Sumatra selama arus balik Lebaran.
Foto: Pertamina
Pertamina menyediakan 1.200 layanan BBM sepanjang jalur tol Trans Jawa dan Sumatra selama arus balik Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI-- Pertamina memastikan selama masa libur Lebaran atau Idul Fitri 1442 H, Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun LPG tetap tersalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa bagian barat, khususnya Sukabumi dan sekitarnya.

"Meskipun ada larangan mudik, kami pastikan BBM maupun LPG tetap tersalurkan dan hingga kini dari pantauan kami persediaan BBM tetap terpenuhi, bahkan ada beberapa SPBU yang tetap melayani konsumennya hingga 24 jam," kata Unit Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan di Sukabumi, Jumat (15/5).

Sejak awal Ramadhan, lanjut dia, Pertamina sudah mengerahkan tim Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) untuk memonitor penyaluran energi, agar berjalan dengan lancar. Pihaknya juga telah menyiapkan strategi penyaluran apabila sewaktu-waktu dibutuhkan tambahan pasokan. Adapun pasokan BBM dan LPG untuk wilayah wilayah Jabodetabek disalurkan dari Integrated Terminal Jakarta, wilayah Banten berada di Fuel Terminal Tanjung Gerem dan LPG Terminal Tanjung Sekong.

Sedangkan untuk di wilayah Jawa Barat berada di Fuel Terminal Ujung Berung, Fuel Terminal Cikampek, Fuel Terminal Padalarang, Fuel Terminal Tasikmalaya, Integrated Terminal Balongan, dan Fasilitas LPG Cirebon."Di wilayah kami Pertamina menyiagakan 1.538 SPBU, 141 Pertashop, 1.318 agen LPG PSO, dan lebih dari 33 ribu pangkalan LPG PSO. Lembaga penyalur tersebut tetap siaga beroperasi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan BBM dan LPG," katanya.

Di sisi lain, Eko mengatakan masyarakat juga bisa mendapatkan LPG nonsubsidi seperti Bright Gas dan Elpiji 12 kg di gerai seperti minimarket, SPBU, maupun melalui layanan pesan antar Pertamina Delivery Service (PDS). Selain itu ia mengimbau masyarakat yang tergolong mampu agar tidak menggunakan LPG nonsubsidi, karena LPG 3 kg untuk masyarakat yang tergolong kurang mampu atau berpenghasilan rendah, sehingga penyalurannya benar-benar tepat sasaran.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement