Jumat 14 May 2021 21:58 WIB

Kota Solo Jadi yang Pertama Luncurkan Linmas Pariwisata

Linmas Pariwisata baru ada di sejumlah kelurahan, terutama yang punya tempat wisata.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Bilal Ramadhan
Pengunjung memberi makan gajah koleksi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo Zoo di wahana Feeding Elephant taman satwa setempat, Solo Jawa Tengah, Ahad (4/4/2021). Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pengelola TSTJ Solo Zoo membuka wahana memberi makan gajah bagi pengunjung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus COVID-19 di tempat wisata.
Foto: Maulana Surya/ANTARA
Pengunjung memberi makan gajah koleksi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo Zoo di wahana Feeding Elephant taman satwa setempat, Solo Jawa Tengah, Ahad (4/4/2021). Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pengelola TSTJ Solo Zoo membuka wahana memberi makan gajah bagi pengunjung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus COVID-19 di tempat wisata.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo membentuk satuan perlindungan masyarakat (Linmas) khusus menangani bidang pariwisata. Sejak dibentuk pada 2020, saat ini sudah ada 21 anggota Linmas Pariwisata.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo, Arif Dharmawan, mengatakan, Kota Solo menjadi yang pertama memunculkan Linmas Pariwisata. "Tugasnya khusus tentang pariwisata, jadi kami bekali tentang informasi pariwisata di Solo, potensi Kota Solo apa," kata Arif kepada wartawan, Kamis (13/5).

Pada momen libur Lebaran 2021 ini, Satpol PP Solo telah mengerahkan petugas Linmas Pariwisata di lokasi-lokasi wisata. Saat ini, Linmas Pariwisata baru ada di sejumlah kelurahan, terutama yang mempunyai tempat wisata seperti museum.

Mereka bakal mengarahkan para wisatawan terkait potensi pariwisata di lokasi tersebut. Selain itu, Linmas Pariwisata juga diarahkan melakukan penguraian keramaian di lokasi wisata untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Mereka juga kami berikan informasi tentang hotel dan sebagainya mulai dari guest house sampai dengan bintang lima potensinya seperti apa. Meskipun sudah ada aplikasi Solo Destination kan mereka lebih bisa mengarahkan," imbuh Arif.

Sebelumnya, para petugas Linmas Pariwisata tersebut dibekali dengan bimbingan teknis (bimtek) yang menghadirkan narasumber dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta dari pelaku wisata. Sehingga, diharapkan mereka lebih cepat memahami tentang tugas baru di bidang pariwisata.

"Nanti akan kami lebarkan ke seluruh kelurahan. Saat ini kan khusus kelurahan yg mempunyai potensi pariwisata misalnya Baluwarti, Sondakan dan lainnya kan ada museum-museum itu," ucapnya.

Menurutnya, proses rekrutmen personel Linmas Pariwisata diambil dari anggota Linmas yang sudah ada. Mereka diseleksi mulai dari tingkat pendidikan, kinerja selama menjadi anggota Linmas, serta pengetahuan tentang pariwisata.

Rencananya, tahun ini Pemkot bakal kembali merekrut 15 anggota Linmas Pariwisata. Proses rekrutmen bakal dilaksanakan secara terbuka. Sejumlah syaratnya antara lain, pendidikan minimal SMA tetapi lebih diprioritaskan lulusan D3 Pariwisata, memiliki kemampuan komunikasi, serta bahasa Inggris ringan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement