Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Mal di Kalsel Hanya Layani Kebutuhan Pokok dan Farmasi

Sabtu 15 May 2021 02:23 WIB

Red: Esthi Maharani

Warga melintas di pertokoan yang tutup di Duta Mall Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (7/4/2020). Marketing Komunikasi Duta Mall memperpanjang masa penutupan sementara hingga tanggal 15 April 2020 sebagai upaya mencegah penyebaran wabah COVID-19

Warga melintas di pertokoan yang tutup di Duta Mall Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (7/4/2020). Marketing Komunikasi Duta Mall memperpanjang masa penutupan sementara hingga tanggal 15 April 2020 sebagai upaya mencegah penyebaran wabah COVID-19

Foto: ANTARA/ Makna Zaezar
Duta Mall Banjarmasin hanya melayani penjualan kebutuhan pokok dan farmasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Pusat perbelanjaan modern terbesar di Kalimantan Selatan Duta Mall Banjarmasin hanya melayani penjualan kebutuhan pokok dan farmasi selama libur Lebaran Idul Fitri yang berlangsung hingga 16 Mei 2021 mendatang.

"Kami berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam menekan penularan Covid-19, namun di sisi lain kebutuhan pokok masyarakat termasuk farmasi juga harus tersedia terus sehingga tetap dibuka," kata Manajer Operasional Duta Mall Banjarmasin Yenny Purwanti, Jumat (14/5).

Untuk itulah, ungkap dia, toko yang menjual kebutuhan pokok seperti sembako dan sebagainya termasuk obat-obatan dan alat kesehatan tetap buka. Mereka dikecualikan dalam aturan penutupan operasional selama libur Lebaran yang ditetapkan Pemerintah Kota Banjarmasin sejak 13 Mei lalu.

Diakui Yenny, penutupan operasional mal sangat berdampak pada 100 lebih tenant lokal (UMKM), 200 lebih tenant nasional yang mempekerjakan lebih kurang 1.600 karyawan. Meski begitu, pihaknya jauh-jauh hari telah memberitahukan kepada pelaku usaha di mal sehingga kebijakan yang diberlakukan dapat dipahami tanpa ada rasa kecewa yang berlebihan. Termasuk soal jam operasional yang dibatasi hingga pukul 21.00 WITA serta pembatasan kapasitas maksimal pengunjung 50 persen.

"Kalau soal mendukung upaya menekan penyebaran Covid-19 kami komitmen. Protokol kesehatan diterapkan secara ketat sejak pintu masuk cek suhu tubuh dan cuci tangan. Pengunjung wajib menggunakan masker dengan diawasi Satgas Covid-19 selama berada di area mal. Kapasitas gedung 100 ribu orang. Sedangkan selama pandemi, paling ramai kunjungan hanya 11.400 orang atau kurang dari 20 persen dari kapasitas," kata Yenny.

Kota Banjarmasin sendiri memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro atau PPKM mikro sejak 3 sampai 24 Mei 2021. Satgas Penanganan Covid-19 kembali menggiatkan penegakan disiplin dan sanksi di seluruh kelurahan pada tatanan lingkup RT. Seluruh cafe dan rumah makan hanya boleh buka sampai pukul 22.00 WITA. Sedangkan jam operasional mal, tempat hiburan malam (THM) dan biliar sampai pukul 21.00 WITA dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat. Sedangkan seluruh kegiatan mengumpulkan banyak orang termasuk halal bihalal, walimah perkawinan dan sebagainya dilarang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA