Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Mengenal Berbagai Macam Kondisi Autisme

Sabtu 15 May 2021 00:37 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Autimaze: Anak autis dan ibunya melintas di poster Autimaze dalam kampanye peduli anak autis yang bertema

Autimaze: Anak autis dan ibunya melintas di poster Autimaze dalam kampanye peduli anak autis yang bertema

Foto: Republika/Yasin Habibi
Gejala autisme tidak punya pola pakem.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang dengan autisme punya masalah berkomunikasi, berinteraksi dengan orang lain atau melakukan kontak mata.

Gejala autisme tidak punya pola pakem. Ada banyak perilaku khas yang beragam yang masuk dalam apa yang disebut spektrum gangguan autisme.

Orang dengan Sindroma Asperger, contoh figur paling beken adalah Elon Musk dan Greta Thunberg – bisa memiliki kemampuan atau bakat luar biasa. Kemampuan ini biasanya diangkat jadi sorotan media. Atau dijadikan basis untuk membuat film yang laku di pasaran. Salah satu contohnya film Rain Man dari 1988 yang dibintangi Dustin Hoffman dan Tom Cruise.

Dustin Hoffman yang memerankan Raymond seorang pengidap autisme, yang mampu mengingat banyak sekali rangkaian angka. Namun, dia tidak mampu menjalani kehidupan normal sehari-hari dan dirawat di panti untuk orang dengan gangguan mental.

Filmnya berbasis kehidupan Kim Peek, warga AS yang menurut keterangan sendiri, punya kemampuan luar biasa, mengingat isi 12.000 di luar kepala.

Baca Juga

Gangguan yang dikategorikan penyakit
Profesor Hannelore Ehrenreich, kepala bagian neurologi klinik di Max-Planck-Institut untuk kedokteran eksperimental di Göttingen melakukan riset dengan pasien yang memiliki kemampuan atau bakat luar basa semacam itu.

"Jika saya menanyakan, apa yang terdapat dalam buku telefon halaman 923 di bagian tengah, mereka bisa menjawab cepat dengan entengnya. Tapi, di pagi hari mereka mengalami kesulitan untuk memakai baju dan sepatu. Ada yang memakai seatu dulu, setelah itu baru memakai celana. Artinya, mereka perlu bantuan untuk mengerjakan hal normal sehari-hari", tutur prof. Ehrenreich.

Ganguan autisme ini, lebih jauh bisa dikategorikan sebagai penyakit. "Definisinya, penyakit dari orang dewasa, yang tidak bisa mengurusi diri sendiri dan harus mendapat pertolongan," kata pakar neurologi itu lebih lanjut.

Salah satu ciri khas penderita autisme adalah, memiliki kesulitan melakuan komunikasi dan interaksi dengan orang lain dan tidak bisa mengenali emosi.

 

sumber : DW
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA