Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Masyarakat Inggris akan Gelar Aksi Solidaritas Palestina

Jumat 14 May 2021 17:05 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Gilang Akbar Prambadi

 Warga Palestina menghadiri pemakaman 15 orang yang tewas dalam serangan udara Israel di Kota Gaza, 13 Mei 2021.

Warga Palestina menghadiri pemakaman 15 orang yang tewas dalam serangan udara Israel di Kota Gaza, 13 Mei 2021.

Foto: EPA/HAITHAM IMAD
Rencananya, aksi tersebut akan digelar akhir pekan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, BRISTOL — Demonstrasi untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina akan digelar di Bristol, Inggris pada akhir pekan ini. Rencananya, aksi damai yang menyuarakan hak-hak warga di Timur Tengah itu diselenggarakan pada Sabtu (15/5) di Castle Park pukul 14.00 waktu setempat. 

Dilansir Bristol Post, demonstrasi lainnya juga tengah direncanakan untuk digelar di pusat kota Bristol di hari yang sama. Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengatakan aksi solidaritas Palestina perlu diselenggarakan agar dunia mengetahui bagaimana kekejaman yang dilakukan okeh Israel. 

“Israel berencana mencaplok Syekh Jarrah dan menggusur ratusan warga Palestina. Mereka membutuhkan solidaritas kami lebih dari sebelumnya. Kami akan berdemonstrasi untuk perdamaian dan mengenang nyawa yang hilang,” tulis unggahan dari akun demonstrasi solidaritas Palestina di Bristol tersebut, dikutip Jumat (14/5). 

Rencananya, aksi protes dimulai di Castle Park dan selanjutnya para peserta akan berjalan menuju College Green. Semua yang mengikuti acara ini diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, dengan mengenakan masker dan alat pelindung diri lainnya, serta menjaga jarak. 

Demonstrasi itu akan menjadi yang kedua diadakan di Castle Park untuk mendukung warga Palestina. Ini sekaligus bertujuan memperingati Hari Nakba, yang jatuh pada 15 Mei dan memperingati peristiwa yang menyebabkan warga Palestina kehilangan rumah mereka dan menjadi pengungsi.

Dalam beberapa hari terakhir, ketegangan antara Israel dan Palestina telah meningkat, yang dikhawatirkan bahwa situasi dapat menuju perang skala penuh. Konflik kedua belah pihak  memanas sejak 10 Mei lalu, yang dipicu oleh kerusuhan di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur. 

Saat itu, pasukan keamanan Israel menyerbu jamaah yang sedang melaksanakan ibadah sholat tarawih menjelang akhir Ramadhan. Rekaman video yang beredar pada Selasa (11/5) menunjukkan bagaimana secara langsung petugas menembakkan gas air mata dan granat kejut, membuat banyak jamaah yang merupakan warga Palestina terluka.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA