Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Airlangga Sebut Masyarakat tak Mudik Sebagai Pahlawan

Jumat 14 May 2021 16:17 WIB

Red: Agus raharjo

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto

Foto: Istimewa
Pemerintah tidak ingin kenaikan kasus Covid setelah lebaran tahun lalu terulang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengapresiasi masyarakat yang tidak mudik pada Lebaran tahun ini. Airlangga menyebut, masyarakat yang bersedia tidak mudik layak disebut pahlawan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sebab, apa yang mereka lakukan bisa menyelamatkan banyak orang, terutama keluarga mereka sendiri. "Terima kasih kepada masyarakat yang menahan diri untuk tidak mudik. Meskipun keinginan sangat besar. Anda semua adalah pahlawan dalam memerangi Covid-19 hari ini,” tutur Airlangga dalam keterangan kepada Republika.co.id, Jumat (14/5).

Bertepatan dengan hari lebaran, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI ini juga sekaligus memberi ucapan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah kepada seluruh umat muslim di Indonesia. Airlangga mengatakan, tahun ini menjadi tahun kedua masyarakat Indonesia terpaksa harus berlebaran dengan cara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Sebab, Indonesia dan sebagian besar negara di dunia masih memerangi dampak pandemi Covid-19. Airlangga berharap kenaikan kasus positif Covid-19 pasca-Lebaran tahun lalu tidak terulang pada momen lebaran kali ini. Ia kembali mengingatkan, libur Idul Fitri pada 22-25 Mei tahun lalu membuat kenaikan kasus cukup besar pada rentang dua pekan setelahnya atau awal hingga akhir Juni.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, terjadi peningkatan kasus sekitar 70-90 persen dari sebelumnya, setelah libur lebaran. “Saat itu, sebelum libur lebaran, kasus harian hanya di angka 600, kemudian naik di atas seribu setiap harinya. Kenaikan kasus ini menunjukkan positivity rate saat itu di angka 12 persen,” ujar Airlangga.

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menegaskan, Satgas Penanganan Covid-19 tidak ingin kenaikan kasus pascalibur lebaran meningkat seperti tahun lalu. Hal itulah yang membuat tahun ini pemerintah lebih tegas untuk melarang masyarakat mudik lebaran. Ia meminta masyarakat memanfaatkan saluran telekomunikasi untuk bisa bersilaturahim dengan keluarga di rumah.

Apalagi, keputusan tidak mudik bisa menyelamatkan anggota keluarga yang kita sayang. “Kita semua juga terus berdoa agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Agar ekonomi lekas pulih dan masyarakat berlebaran dengan normal,” ujarnya.

Airlangga menegaskan, pemerintah telah menggulirkan sejumlah kebijakan untuk mempercepat pemulihan sektor kesehatan dan perekonomian nasional. Airlangga berharap, kebijakan pemerintah untuk pemulihan kesehatan serta mengerek kembali ekonomi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA