Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Kisah Pria Tergila-Gila dengan Wanita pada Masa Rasulullah

Jumat 14 May 2021 19:00 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah SAW menasihati sahabat yang tergila-gila dengan wanita. Ilustrasi Rasulullah

Rasulullah SAW menasihati sahabat yang tergila-gila dengan wanita. Ilustrasi Rasulullah

Foto: Republika/Mardiah
Rasulullah SAW menasihati sahabat yang tergila-gila dengan wanita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Begitu banyak kisah cinta yang ber akhir dengan kejayaan. Tidak sedikit mereka yang menempati finis sebagai pecundang.

Sebagai suatu hal berbasis perasaan, cinta bisa menenggelamkan pelakunya dalam palung ter alam.

Baca Juga

Cinta bisa membuat seseorang tertekan dan stres tak berkesudahan. Dari cinta pula timbul karya-karya adiluhung yang bisa kita saksikan hingga sekarang. 

Ibnu Qayyim Al Jauziy dalam Taman Pencinta (Raudhah al-Muhibbin Wa Nuzhat al-Musytaqqin) mengungkapkan, ada banyak pendapat mengenai cinta. Umumnya, pendapat itu terbagi dalam dua golongan besar: apakah cinta merupakan hasil inisiatif sendiri dan diupayakan atau karena ketetapan di luar manusia. 

Kasus pria tergila-gila kepada perempuan sudah terjadi pada zaman Rasulullah SAW. 

البخاري في صحيحه من قصة بريرة أن زوجها كان يمشي خلفها بعد فراقها له وقد صارت أجنبية منه ودموعه تسيل على خديه فقال النبي صلى الله عليه وسلم "يا عباس ألا تعجب من حب مغيث بريرة ومن بغض بريرة مغيثا ثم قال لها لو راجعتيه فقالت أتأمرني فقال إنما أنا شافع قالت لا حاجة لي فيه" ولم ينهه عن عشقها في هذه الحال إذ ذلك شيء لا يملك ولا يدخل تحت الاختيار وقال جامع

سألت سعيد بن المسيب مفتي ال ... مدينة هل في حب دهماء من وزر فقال سعيد بن المسيب إنما ... يلام على ما يستطاع من الأمر

Dalam salah satu hadits sahih yang diriwayatkan Imam Al Bukhari dari jalur Barirah, disebutkan tentang kisah antara Mughits dan Barirah yang tak pernah padam meski keduanya sudah bercerai. Mughits selalu menguntit Barirah meski sudah tak berstatus suami-istri. Air matanya kerap meleleh karena kebesaran cintanya itu.  

Mendengar kisah itu, Rasulullah SAW bersabda kepada Abbas. "Hai Abbas, tidakkah kau mengagumi besarnya cinta Mughits kepada Barirah dan kebencian Barirah kepada Mughits?" Nabi yang mulia pun menyampaikan pesan ke pada Barirah. "Mungkinkah kau rujuk lagi ke pada Mughits?" Barirah menjawab, "Apakah baginda menyuruhku untuk rujuk?" Beliau bersabda, "Oh, tidak. Sesungguhnya aku hanya seorang penolong." 

Rasulullah mengetahui keadaan Mughits yang terus berharap kepada Barirah. Dia pun tidak melarangnya untuk tetap mencintai mantan istrinya itu. Bagaimanapun, keadaan itu tak dapat dibendung dan ditahan. Keadaan itu tidak muncul karena dorongan kehendak yang sadar. Sebuah syair pernah dilantunkan:

Aku bertanya kepada Sa'id mufti Madinah Adakah dosa karena cinta yang melimpah?" Said ibnu Al-Musayyib memberi jawaban Dosa hanya untuk yang bisa diupayakan.   

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA