Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Importir Datangkan 6.000 Ton Daging Sapi Beku Mei Ini

Jumat 14 May 2021 02:40 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

  Pekerja sedang melakukan bongkar muatan daging sapi impor di gudang Bulog, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Republika/Tahta Aidilla)

Pekerja sedang melakukan bongkar muatan daging sapi impor di gudang Bulog, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Republika/Tahta Aidilla)

Pada Januari 2021, volume impor daging sapi beku hanya 2.500 ton.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para importir daging sapi yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) menyatakan, sebanyak 6.000 ton daging sapi beku telah masuk ke Indonesia. Importasi tersebut mengalami kenaikan dari bulan-bulan biasanya demi mengantisipasi lonjakan permintaan pada masa libur lebaran.

Sekretaris Jenderal Aspidi, Suhandri, mengatakan, volume impor tersebut mengacu pada situasi yang terjadi pada bulan sama tahun lalu. Ia bercerita, pada Mei 2020, volume impor mencapai 7.500 ton, namun terjadi penurunan konsumsi sehingga tahun ini volume diperkecil sesuai kebutuhan.

"Contoh, dalam keadaan normal kebutuhan daging di Jabodetabek dan Bandung Raya 10 ribu ton per bulan, ramadhan bisa naik 15-20 ribu ton. Tahun lalu, kebutuhan mungkin tidak sampai 20 ribu ton," kata Suhandri kepada Republika.co.id, Kamis (13/5).

Ia menjelaskan, pola importasi daging kerbau beku berpatokan pada kondisi stok yang ada serta proyeksi untuk ketahanan pasokan selama 1,5 bulan. Oleh sebab itu, volume impor setiap bulannya harus berdasarkan penghitungan yang cermat agar sesuai dengan permintaan konsumen.

"Tahun ini perkiraan saya kebutuhan daging tidak beda jauh dengan tahun lalu. Awal Ramadhan (April) kita juga sudah siapkan stok 9.000 ton," kata Suhandri menambahkan.

Adapun pada Januari 2021, volume impor daging sapi beku hanya 2.500 ton. Kemudian pada Februari-April volume impor sekitar 5.000 ton. Adapun impor daging sapi beku berasal dari Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat dan Spanyol. Namun, mayoritas impor di Indonesia bersumber dari Australia.

Adapun harga daging sapi beku dari Australia saat ini sedang naik. Suhandri menyampaikan, harga pembelian dari importir saat ini sudah naik dari semula 95 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 105 ribu per kg. Dengan kata lain terdapat kenaikan sekitar Rp 10 ribu.

"Itu saja sudah selisih Rp 10 ribu belum ditambah biaya lain-lain, hitungan saya kemungkinan selisih kenaikannya sampai Rp 20 ribu, jadi cukup lumayan," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA