Jumat 14 May 2021 01:17 WIB

Khutbah Idul Fitri: Jangan Berburuk Sangka Soal Wabah

Sudah sepatutnya umat Islam harus terus berprasangka baik akan takdir Allah SWT

Warga melakukan halal bihalal Idul Fitri 1442 H secara tatap muka di Gang Karya Laksana, Tamansari, Kota Bandung, Kamis (13/5). Sejumlah warga tetap melakukan halal bihalal Idul Fitri 1442 H baik secara tatap muka maupun virtual untuk menjaga tali silaturahmi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. Foto: Republika/Abdan Syakura
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Warga melakukan halal bihalal Idul Fitri 1442 H secara tatap muka di Gang Karya Laksana, Tamansari, Kota Bandung, Kamis (13/5). Sejumlah warga tetap melakukan halal bihalal Idul Fitri 1442 H baik secara tatap muka maupun virtual untuk menjaga tali silaturahmi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. Foto: Republika/Abdan Syakura

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Islam diminta tidak boleh berburuk sangka (suuzon) kepada Allah subhanahu wa ta'ala (SWT) atas terjadinya musibah berupa wabah COVID-19. Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2021 masih berada dalam situasi pandemi.

"Jangan kita 'suuzon' dari wabah ini kepada 'rabbul alamin'. Jalanilah kehidupan ini dengan ketenangan dan keyakinan bahwa Allah SWT akan mengakhiri semua ini, Allah menyiapkan pahala besar dari wabah ini dan Allah ingin kita lebih mendekat kepada-Nya dari rumah-rumah kita agar semakin bertambah tinggi derajat kita di surga nanti," kata Pimpinan Bina Qurani Islamic School, ustadz Fitri Priyanto, Lc, MM saat khotbah shalat Idul Fitri 1442 Hijriah di lapangan depan Masjid Al Khoslan, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/5).

Baca Juga

Sebaliknya, kata dia, sudah sepatutnya umat Islam harus terus berprasangka baik akan takdir Allah SWT dan mengambil hikmah indah di balik musibah ini.

"Mari bersama kita petik dan rasakan hikmah indah dibalik wabah ini. Kaum Muslimin janganlah berputus asa dan bersedih hati, jangan paranoid, takut dan was-was yang berlebihan," katanya.

Ia mengatakan hikmah yang bisa dipetik pada pandemi COVID-19 ini, di antaranya, pertama, musibah wabah ini mengajak umat Islam untuk mengevaluasi diri karena tidaklah terjadi musibah wabah kecuali karena dosa-dosa, baik dosa para pendosa dan dosa membiarkan orang lain asyik berbuat dosa.

Rujukan tentang hal itu adalahfirman Allah SWT dalam Quran Surah (QS). Asy-Syura:30, "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement