Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Taiwan Perketat Pembatasan Covid-19

Kamis 13 May 2021 14:15 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/Reuters/ Red: Muhammad Fakhruddin

Taiwan Perketat Pembatasan Covid-19 (ilustrasi).

Taiwan Perketat Pembatasan Covid-19 (ilustrasi).

Foto: Google.com
Taipei telah membatasi orang yang datang ke gym yaitu 100 orang per hari.

REPUBLIKA.CO.ID,TAIPEI -- Sejumlah kota di Taiwan memperketat pembatasan ke fasilitas umum seperti pusat kebugaran dan perpustakaan. Hal ini dilakukan setelah terjadi peningkatan infeksi virus korona secara domestik. 

Penularan virus korona secara domestik di Taiwan dimulai pada akhir bulan lalu. Taiwan mencatat 16 kasus domestik baru pada Rabu (12/5), dan ditetapkan sebagai rekor harian tertinggi. 

New Taipei City, yang mengelilingi ibu kota Taipei telah memerintahkan penutupan perpustakaan dan kafe internet. Sementara Taipei telah membatasi orang yang datang ke gym yaitu 100 orang per hari. Walikota Taipei Ko Wen-je mengatakan, warga Taipei tidak perlu terlalu khawatir dengan kasus baru virus korona tersebut.

"Tolong jangan panik, jangan mengalami pergolakan, Taiwan memiliki kemampuan medis yang melimpah, dan jumlah pasien yang sakit parah tidak meningkat pesat," tulis Ko, yang juga seorang dokter medis.

Pemerintah Taiwan memiliki sistem pelacakan kontak dan karantina yang kuat. Mereka menemukan sumber beberapa infeksi virus korona secara lokal, yang terkonsentrasi di Taiwan utara yang padat penduduk.

Walikota kota metropolitan selatan Kaohsiung, Chen Chi-mai mengatakan, pihak berwenang sedang menyemprotkan desinfektan di salah satu lokasi yang ditemukan kasus virus korona. Seseorang yang terinfeksi virus korona telah mengunjungi sebuah kuil. Pihak berwenang mengkarantina serta menguji 56 orang yang melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi Covid-19.

Pemerintah pusat telah menangguhkan pertemuan massal lebih dari 100 orang di dalam ruangan, dan 500 orang di luar ruangan hingga bulan depan. Pemerintah kemungkinan akan mengambil langkah lebih lanjut dan dapat menutup bisnis yang tidak penting. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA