Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Masjid di Surabaya Patuhi Protokol Kesehatan

Kamis 13 May 2021 13:01 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Gita Amanda

Umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/5/2021). Pelaksanaan shalat Idul Fitri yang diikuti ribuan umat Islam itu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/5/2021). Pelaksanaan shalat Idul Fitri yang diikuti ribuan umat Islam itu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Foto: Antara/Didik Suhartono
Demi menjaga protokol kesehatan jamaah masjid dibatasi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya keliling masjid untuk memantau kegiatan takbiran dan persiapan Sholat Idul Fitri 1442 Hijriah, Rabu (12/5) malam. Eri ingin memastikan masjid-masjid yang menyelenggarakan takbiran dan Sholat Id tetap mematuhi protokol kesehatan.

Di antara masjid yang dikunjungi adalah Masjid Roudhotul Musyawaroh Kemayoran, Masjid Ampel, Masjid Rahmat Kembang Kuning, Masjid Al-Falah, dan Masjid Al-Akbar. Eri ingin memastikan masjid-masjid tersebut dijaga Linmas dan Satpol PP, yang akan mengingatkan ketika ada Prokes yang dilanggar.

“Ada teman Linmas dan Satpol PP serta jajaran dari Forkopimda yang ada di masing-masing masjid. Mereka nanti akan membantu apabila masjidnya sudah penuh, bisa ditutup pintu gerbangnya. Sehingga tidak ada luberan hingga ke jalan-jalan,” kata Eri.

Petugas yang berjaga juga akan memberi pengertian kepada masyarakat, bahwa demi menjaga protokol kesehatan jamaah masjid dibatasi. Masyarakat dipastikan akan diberi pengertian secara humanis dan diajak untuk bersama-sama menjaga Surabaya supaya tidak ada lonjakan lagi kasus Covid-19.

“Mereka nanti akan diberitahu secara humanis, karena jangan sampai Surabaya semakin bertambah lagi kasus Covid-19,” ujarnya.

Eri pun bersyukur karena beberapa masjid yang ditinjau telah menerapkan protokol kesehatan. Salah satu contohnya shaf-shafnya sudah diberikan tanda, sehingga jamaahnya tidak lebih dari 50 persen.

“Makanya, nanti saya juga berharap ada banyak mushola dan banyak titik untuk melakukan Sholat Id-nya. Bahkan, di masing-masing RT juga bisa digunakan musholanya untuk Sholat Id, sehingga tidak terpusat di satu titik saja,” kata dia.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA