Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Idulfitri-Kenaikan Isa Almasih Bersamaan Berkah Indonesia

Jumat 14 May 2021 09:08 WIB

Red: Ratna Puspita

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Foto: Istimewa
Ganjar mengatakan, masyarakat Indonesia bisa berdampingan dalam beribadah.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang dirayakan bersamaan dengan peringatan Kenaikan Isa Almasih pada tahun ini merupakan berkah bagi negara Indonesia. "Tentu saja Tuhan itu punya rencana sangat luar biasa sehingga untuk Indonesia konteksnya menjadi penting,” katanya usai melaksanakan Shalat Id di Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah Puri di Semarang, Kamis (13/5).

“Pertama, hari ini Muslim melaksanakan ibadah Shalat Id dan Idulfitri bersama. Kedua, bagi Nsrani juga memperingati Kenaikan Isa Almasih, harinya sama," kata dia.

Baca Juga

Menurut Ganjar, peringatan dua hari besar keagamaan pada hari yang sama tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia bisa berdampingan dalam beribadah, serta mengimplementasikan toleransi dan kebinekaan. "Hal itu menunjukkan kepada kita semua, o iya rasa-rasanya di antara kita harus saling menghormati, saling menghargai, dan ini berkah untuk Indonesia," ujarnya.

Pada Hari Raya Idul Fitri 144 l2 Hijriah, Gubernur Ganjar kembali melaksanakan Shalat Id bersama keluarga di rumah dinas karena masih pandemi COVID-19. "Dua lebaran ini sama, sama-sama menahan diri, sama-sama semuanya menjaga diri. Kenapa saya dan keluarga memutuskan untuk Shalat Id di rumah karena kondisi. Kondisi di luar yang kemarin pemerintah meminta untuk tidak mudik," katanya.

Selain kondisi pandemi COVID-19 yang belum berakhir, munculnya beberapa klaster yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah dan kegiatan lainnya juga menjadi alasan Ganjar.

Karena itu, Ganjar berpesan kepada masyarakat Jawa Tengah agar bersama-sama menuntaskan pandemi COVID-19 dengan cara tetap disiplin dan menaati protokol kesehatan.

"Beberapa klaster yang muncul, ada yang dari mudik, ada yang saat tarawih, dan dari takziah. Dari macam-macam tempat itu kita mesti menjaga diri. Kita tentu sama dengan tahun lalu, pandemi belum tuntas, maka kita harus tuntaskan dengan baik, saling menjaga diri, kerumunannya tidak banyak, kalau berkerumun bisa menjaga jarak, ketat protokol kesehatan, dan seterusnya," ujar Ganjar.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA