Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Gara-Gara Pandemi, Seaman Temukan Passion Lama

Kamis 13 May 2021 06:23 WIB

Red: Yeyen Rostiyani

Seniman

Seniman

Foto: Charles Krupa/AP
Seaman berhasil menyelesaikan target membuat karya setiap hari dalam setahun penuh.

REPUBLIKA.CO.ID, WESTMORELAND -- Gara-gara pandemi Covid-19, Robert Seaman menemukan kembali passion lamanya. Seniman berusia 88 tahun ini baru saja berhasil menyelesaikan target unik: membuat satu lukisan setiap hari, selama 365 hari.

“Setelah sekian lama, saya kembali melakukan hal yang biasa dikerjakan saat berusia 11 tahun," kata Seaman, sambil menunjukkan karyanya, 10 Mei lalu. "Dan itu menyenangkan, saya menyukainya. Saya amat beruntung karena bisa melakukan hal ini."

Awalnya, ia memulai hidup di apartemen khusus yaitu Maplewood Assisted Living di Westmoreland, New Hampshire, Amerika Serikat (AS). Dua pekan kemudian, penguncian wilayah berlaku karena pandemi Covid-19. 

Terputus dari dunia luar, Seaman merasa terkukung. "Awalnya saya berpikir untuk membuat goresan yang menggambarkan sisi gelap dari hidup dalam kukungan yang kami jalani dan kesulitan akibat pandemi," kenang pria yang pernah berkarir di dunia real estate ini. 

Namun, kreativitasnya berkembang. Ia bertekad membuat satu karya setiap hari. Bermula dari goresan pensil, lalu diisi dengan tinta, pensil warna, atau cat air.

Putrinya, Robin Hayes, menampilkan karya-karya sang ayah di Facebook. Namun, banyak orang mulai berminat dengan karya itu. Maka, Hayes mulai menawarkannya di Etsy.com. Hasil penjualan disalurkan separuhnya untuk dana bantuan Covid-19, tempat penampungan tuna wisma, dan organisasi yang membantu pengungsi.  

Kini karya Seaman tak lagi suram. Tema dan warnanya kian bervariasi. Umumnya ia menyukai tema fiksi ilmiah. Ada robot yang terbang membawa bendera ungu, ada burung yang muncul dari dalam kue pie, atau burger otak. Tak lupa, ia menyisipkan gambar kucing kesayangannya, Piper, dalam setiap karyanya. 

Targetnya membuat karya selama setahun tercapai Selasa (11/5). Apakah itu cukup? Tidak. Seaman mengaku tak akan berhenti. Apalagi, ia senang penjualan karyanya bisa membantu orang lain.

"Selama saya masih bisa, saya akan terus melakukannya," kata Seaman. 

 

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA