Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Final Piala DFB Pokal, Momen Haaland dan Nagelsmann

Kamis 13 May 2021 07:19 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Didi Purwadi

Erling Haaland kemungkinan bisa memperkuat Borussia Dortmund menghadapi RB Leipziq di final DFB Pokal.

Erling Haaland kemungkinan bisa memperkuat Borussia Dortmund menghadapi RB Leipziq di final DFB Pokal.

Foto: EPA-EFE/PETER POWELL
Final Piala DFB Pokal akan mempertemukan Borussia Dortmund dengan RB Leipzig.

REPUBLIKA.CO.ID, DORTMUND -- Final Piala DFB Pokal akan mempertemukan Borussia Dortmund dengan RB Leipzig di Stadion Olimpiade Berlin, Berlin, pada Jumat (14/5) mendatang. Kedua tim menargetkan kemenangan untuk merebut gelar juara.

Dalam laga ini, striker Borussia Dortmund, Erling Haaland diperkirakan kembali memperkuat tim. Sementara dari kubu RB Leipzig, target juara diberikan Julian Nagelsmann sebelum dia hengkang dari klub untuk memimpin Bayern Munich.

Dilansir dari laman France24, Haaland telah kembali bergabung dengan tim setelah absen di laga pemanasan melawan RB Leipzig di Bundesliga. Skor 3-2 tercipta saat keduanya bertemu di Signal Iduna Park, Dortmund, Sabtu (8/5) kemarin.

Namun kembalinya Haaland akan dibayar dengan absennya Marwin Hitz akibat cedera lutut yang dideritanya. Akibatnya, posisi kiper sempat digantikan Roman Buerki.

Final ini menjadi target tersendiri bagi klub. Mereka berkesempatan utnuk mengangkat piala yang terakhir dimenangkan pada empat tahun lalu.

"Piala ini sudah ada selama 85 tahun, kami telah memenangkannya empat kali, anda tidak mengangkat itu setiap tahun," kata direktur olahraga Borussia Dortmund, Michael Zorc.

Dengan atau tanpa Haaland, Borussia Dortmund akan tetap jadi favorit. Apalagi mereka tidak terkalahkan dalam tujuh laga terakhir mereka. Namun, itu bukan penghalang bagi RB Leipzig untuk meraih kemenangan.  

"Kami memiliki pekerjaan yang harus dilakukan. Sudah waktunya di Berlin kami harus melakukannya dengan benar," kata Nagelsmann.

Pelatih berusia 33 tahun ini dapat membuat sejarah dengan menjadi pelatih kepala termuda yang memenangkan trofi. Posisi tersebut saat ini dipegang oleh Hans-Dieter Tippenhauer di usia 35 tahun saat Fortuna Dusseldorf memenangkan trofi pada 1979.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA