Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Ramadhan 2021 Turki Maksimalkan Penyaluran Bantuan Global

Kamis 13 May 2021 06:44 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Hiru Muhammad

Masjid Hazrat Ibrahim yang dibangun kembali oleh Bulan Sabit Merah Turki.

Masjid Hazrat Ibrahim yang dibangun kembali oleh Bulan Sabit Merah Turki.

Foto: Anadolu Agency
Badan amal Turki telah menyumbang lebih dari seperempat bantuan kemanusiaan global

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL--Dengan pandemi Covid-19 yang memperburuk kemiskinan, Idul Fitri, dirayakan oleh jutaan Muslim di seluruh dunia untuk menandai akhir bulan puasa adalah momen suram tahun ini.  

Badan amal Turki, yang menyumbang lebih dari seperempat dari semua bantuan kemanusiaan global sebelum pandemi, berupaya meringankan masalah yang dihadapi oleh komunitas di seluruh dunia, dengan kampanye khusus untuk Ramadhan.

Istilah "al-Fitr" mengacu pada kewajiban umat Islam untuk beramal jika mereka memiliki sarana.  Bersamaan dengan zakat fitrah salah satu dari lima rukun Islam yang dilakukan dengan memberikan sumbangan yang lebih besar kepada mereka yang membutuhkan, secara tradisional dilakukan sebelum atau selama hari raya Muslim.  

Badan amal mengumpulkan dan mengawasi sumbangan serta bantuan non-moneter, yang mereka distribusikan kepada orang miskin di banyak negara.

Bulan Sabit Merah Turki (Kizilay), salah satu badan amal tertua di negara itu, menjalankan kampanye bantuan yang dimulai pada awal bulan suci Islam dan memuncak dengan bayram.  Seperti badan amal lainnya, Bulan Sabit Merah Turki telah mengirimkan bantuan dan mengumpulkan sumbangan sepanjang bulan.  

Kerem Kinik, presiden badan amal tersebut, mengatakan bahwa mereka menerima lebih banyak sumbangan daripada yang diharapkan meskipun terjadi pandemi. Badan amal tersebut mengirimkan bantuan tunai, makanan dari dapur umum untuk berbuka puasa dan sahur serta membagikan kartu belanja online prabayar kepada mereka yang membutuhkan di Turki.

 “Kami menjangkau lebih dari 8 juta orang di 18 negara dan di Turki dan menghabiskan anggaran lebih dari  200 juta lira ( 24,2 juta dolar AS) untuk bantuan,” kata dia kepada Anadolu Agency (AA).  

Selain tim profesional, badan amal tersebut merekrut lebih dari 60 ribu sukarelawan untuk merencanakan dan mengirimkan bantuan. Tahun ini, pihaknya juga membagikan bantuan kepada orang-orang yang tidak dapat bekerja karena pembatasan Covid-19, mulai dari personel sektor jasa hingga petugas kebersihan.

Pada Hari Anak Yatim Sedunia yang jatuh di pekan kedua Ramadhan, pihak amal memberikan bantuan kepada anak yatim piatu di 18 negara.  Ia juga mengirimkan pakaian baru kepada 410 ribu anak di seluruh dunia sebagai hadiah untuk lebaran, saat anak-anak secara tradisional mengenakan pakaian baru dan mengunjungi kerabat dan tetangga. “Kebanyakan anak akan tinggal di rumah ketika lebaran ini dan mungkin tidak membutuhkan pakaian baru, tapi mereka masih layak mendapatkannya,” kata Kinik.

Selama Ramadan, Asosiasi Deniz Feneri yang berbasis di Istanbul menjangkau 15 ribu keluarga di negara itu dan mengirimkan bantuan makanan di 25 negara, banyak di antaranya diisolasi.  Mehmet Cengiz, ketua asosiasi tersebut, mengatakan bahwa jumlah orang yang meminta bantuan meningkat terutama karena pandemi dan efek riaknya.  

Dia mencatat bahwa makanan dan produk pembersih adalah barang yang paling banyak diminta. Berdasarkan permintaan, Cengiz mengatakan bahwa kegiatan amal berkonsentrasi pada penyediaan makanan dan bahan pembersih daripada makanan buka puasa bersama.  

Dia mencatat bahwa asosiasi tersebut sebagian besar mendistribusikan paket makanan dan makanan panas di seluruh Turki selama Ramadan.  Pandemi juga memaksa badan amal tersebut untuk membatalkan rencana mengadakan makan malam buka puasa bersama di 20 negara.

Cengiz menggarisbawahi bahwa badan amal itu berencana membagikan paket sembako kepada keluarga dan tunjangan lebaran kepada anak yatim piatu di 20 negara, termasuk Afghanistan, Bangladesh, Burundi, Palestina, Montenegro, Lebanon, Makedonia Utara, Somalia, Sudan, dan Yaman.  

Program buka puasa diselenggarakan dalam skala yang lebih kecil bagi mereka yang membutuhkan di Burundi, Sudan, Bangladesh, Kamerun dan Yaman sementara makanan hangat dibagikan di Yaman dan di Jalur Gaza Palestina selama bulan suci.

Badan amal itu juga membagikan makanan dan makanan hangat kepada keluarga pengungsi di negara tetangga Suriah.  Makanan dan bahan pembersih dibagikan di dua kamp yang didirikan oleh Deniz Feneri di wilayah Azaz Suriah, rumah bagi ribuan orang. "Selama perayaan Idul Fitri, badan amal tersebut menjangkau 5.000 anak yatim, menawarkan kepada mereka masing-masing 125 lira sebagai uang saku," kata Cengiz.

Bulent Yildirim, direktur Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH), mengatakan bahwa mereka mengirimkan bantuan kepada lebih dari dua juta orang yang membutuhkan di 50 negara sepanjang Ramadhan.  Yildirim juga mencatat bahwa pengiriman 250 ribu paket makanan bulanan telah dipercepat bersama dengan pakaian untuk lebih dari 100 ribu anak yatim piatu di 27 negara. 

"Kami menjangkau keluarga yang anggotanya kehilangan pekerjaan selama pandemi di Turki dan juga para tunawisma sepanjang Ramadhan," kata Yildirim.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA