Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Pakar: Hindari Imun Turun Akibat Salah Pilih Menu Lebaran

Rabu 12 May 2021 18:39 WIB

Red: Gita Amanda

Ketupat dan opor ayam, hidangan khas Lebaran. Pakar mengingatkan agar masyarakat bijak memilih makanan agar tak menurunkan imun.

Ketupat dan opor ayam, hidangan khas Lebaran. Pakar mengingatkan agar masyarakat bijak memilih makanan agar tak menurunkan imun.

Foto: dok Republika
Masyarakat diharapkan membatasi asupan gula hingga lemak dan makanan berminyak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penurunan kekebalan tubuh atau imun akibat salah mengonsumsi menu makanan favorit saat Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi.

"Selalu bijak memilih dan mengonsumsi makanan dan minuman. Berbagai kajian menunjukkan bahwa kegemukan, kelebihan konsumsi gula, garam (natrium) dan lemak, stres kronik dan kurang tidur meningkatkan risiko gangguan imunitas (kekebalan tubuh) dan gangguan kesehatan," kata Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Hardinsyah dalam acara webinar series, Rabu (12/5).

Hardinsyah mengingatkan masyarakat agar membatasi asupan gula, garam dan lemak atau membatasi makanan dan minuman yang manis, asin dan berminyak. Selain itu upaya untuk mempertahankan berat badan normal dapat dilakukan dengan meningkatkan asupan serat pangan, sesuai anjuran gizi seimbang oleh Kementerian Kesehatan.

Penerapan protokol kesehatan, kata Hardinsyah, perlu disertai dengan upaya untuk meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh dengan menerapkan prinsip gizi seimbang. Prinsip Gizi Seimbang ini meliputi hidup aktif, bergerak dan berolah raga, menjaga berat badan normal, mengonsumsi makanan yang aman, beragam dan cukup, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Hardinsyah menambahkan Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19. Berbagai upaya pemerintah, masyarakat dan komponen bangsa telah berhasil menurunkan laju penambahan kasus baru Covid-19 pada Februari-Maret 2021 dibanding bulan-bulan sebelumnya.

"Kejadian libur akhir tahun 2020 serta kejadian ledakan kasus baru Covid-19 di berbagai negara termasuk di India bulan lalu seharusnya menjadi pembelajaran penting bagi kita semua," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA