Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Kemenkeu catat Realisasi Anggaran Vaksin Covid-19 Rp 6,92 T

Rabu 12 May 2021 16:23 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

Sebanyak 3.020 ribu pelaku budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif (Buparekraf) di Kota Bandung menjalani vaksinasi Covid-19 di Trans Convention Center, Kota Bandung, Selasa (4/5). Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan mencatat realisasi anggaran vaksin Covid-19 sebesar Rp 6,92 triliun per 23 April 2021.

Sebanyak 3.020 ribu pelaku budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif (Buparekraf) di Kota Bandung menjalani vaksinasi Covid-19 di Trans Convention Center, Kota Bandung, Selasa (4/5). Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan mencatat realisasi anggaran vaksin Covid-19 sebesar Rp 6,92 triliun per 23 April 2021.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Anggaran vaksin pada tahun ini dialokasikan sebesar Rp 13,92 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan mencatat realisasi anggaran vaksin Covid-19 sebesar Rp 6,92 triliun per 23 April 2021. Pada tahun ini anggaran vaksin Covid-19 dialokasikan sebesar Rp 13,92 triliun melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Pemberian vaksin covid-19 merupakan salah satu cara pemerintah untuk membekali kekebalan tubuh masyarakat agar dapat kembali beraktivitas secara normal, termasuk dalam memulihkan ekonomi dengan mobilitas yang terkendali," tulis keterangan laman resmi Kementerian Keuangan, Rabu (12/5).

Baca Juga

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyampaikan cakupan vaksinasi telah mencapai sekitar 22 juta dosis dengan kapasitas vaksinasi mencapai 500 ribu per hari pada 9 Mei 2021. Adapun cakupan vaksinasi ini meningkat dua kali lipat dalam sebulan terakhir. 

"Kita menembus angka 10 juta sejak 13 Januari pada 26 Maret, 20 juta pada  30 April. Jadi dari dalam sebulan kita bisa naik 10 juta. Ini membuat totalnya kita sudah sampai sekarang 22 juta," katanya dalam video conference Senin (10/5).

Budi menyebut setelah sempat terjadi penurunan laju vaksinasi karena adanya penurunan suplai. Pada Mei 2021 pasokan vaksin untuk memenuhi kebutuhan program vaksinasi di Tanah Air kembali mengalir.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA