Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Permintaan Melonjak, Perindo Ekspor Ikan Kembung ke Thailand

Rabu 12 May 2021 16:14 WIB

Rep: M Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha

Ikan kembung. Perusahaan Umum Perikanan Indonesia atau Perum Perindo berkomitmen memenuhi permintaan ribuan kilogram ikan kembung ke Negeri Gajah Putih, Thailand.

Ikan kembung. Perusahaan Umum Perikanan Indonesia atau Perum Perindo berkomitmen memenuhi permintaan ribuan kilogram ikan kembung ke Negeri Gajah Putih, Thailand.

Foto: Adiwinata Solihin/ANTARA
Thailand memesan ikan kembung ke Perum Perindo 150 ribu kg ikan kembung dalam 4 sesi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan Umum Perikanan Indonesia atau Perum Perindo berkomitmen memenuhi permintaan ribuan kilogram ikan kembung ke Negeri Gajah Putih, Thailand. Tak tanggung-tanggung, Thailand memesan ikan kembung ke Perum Perindo sebanyak 150 ribu kg ikan kembung yang dibagi dalam empat sesi. Adapun empat sesi berturut-turut itu, yakni 25 ribu kg, 50 ribu kg, 50 ribu kg dan 25 ribu kg.

Direktur Operasional Perum Perikanan Indonesia Raenhat Tiranto Hutabarat mengatakan Thailand kini memercayakan impor ikannya ke BUMN perikanan di Indonesia. Sebelumnya, Thailand melakukan impor ikan kembung dari India. Namun karena kasus covid-19 sedang meledak di India, dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas komoditas ikan yang diekspor oleh India.

"Kami berkomitmen memenuhi seluruh permintaan ikan kembung dari Thailand," ujar Raenhat dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (12/5).

Raenhat menjelaskan, ikan kembung sempat langka di awal 2021 lantaran cuaca di Indonesia yang tidak menentu. Kondisi ini membuat harga ikan konsumsi harian rumah tangga ini menjadi melambung hingga Rp40 ribu per kg. Namun memasuki akhir kuartal II 2021, harga ikan kembung berangsur kembali normal ke harga Rp 25 ribu per kg hingga Rp 30 ribu per kg.

Raenhat bersyukur Thailand memercayakan produk ikan kembung dari Perum Perindo. Adapun valuasi yang didapat Perum Perindo dalam transaksi empat sesi ekspor ini sebesar 328.560 dolar AS atau setara Rp 4,59 miliar.

Raenhat menyampaikan ikan kembung adalah ikan primadona yang banyak dicari baik di dalam negeri maupun luar negeri. Ikan kembung adalah ikan dengan harga terjangkau namun kandungan gizinya tidak kalah dengan ikan salmon yang cenderung mahal. Oleh karena itu, ikan kembung merupakan ikan konsumsi rumah tangga yang dapat disandingkan dengan lauk konsumsi harian lainnya seperti ayam dan telor.

"Dalam 100 gr ikan kembung mengandung omega 3 sebanyak 2,6 gr. Jumlah ini lebih tinggi daripada ikan salmon dengan porsi serupa yang memiliki kandungan omega 3 sebanyak 1,4 gr," ungkap Raenhat.

Protein yang dikandung dalam 100 gr ikan kembung sebesar 21,4 g, lebih tinggi daripada ikan salmon sebanyak 19,9 gr dalam porsi yang sama. Selain kedua zat gizi tersebut, kandungan gizi yang dimiliki ikan kembung yaitu lemak, kalori dan zat besi.

Mengutip data Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia termasuk dalam jajaran negara pengekspor produk perikanan terbesar di dunia, dengan total ekspor produk perikanan pada 2020 mencapai 5,2 miliar dolar AS yang mana 4,84 miliar dolar AS di antaranya berasal dari ikan konsumsi.

Selain itu, pada periode Januari-Maret 2021, nilai ekspor produk perikanan mencapai 1,27 miliar dolar AS dengan negara tujuan ekspor utama RI adalah Amerika Serikat, Cina, ASEAN, Uni Eropa, dan negara-negara yang terletak di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data 2020, sebanyak 2.191 unit pengolahan ikan (UPI) juga telah menembus ekspor ke 157 negara mitra dengan komoditas ekspor utamanya meliputi udang, tuna-cakalang, malalugis, cumi, kepiting-rajungan, rumput laut, dan ikan layur.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA