Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Dakwah Unik Antar Ustaz Ahmad Jadi Juara Favorit SDI 2021

Rabu 12 May 2021 15:55 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ustadz Ahmad Syafii Tarigan, Juara Favorit Syiar Digital Indonesia (SDI) yanv diselenggarakan oleh Umma.

Ustadz Ahmad Syafii Tarigan, Juara Favorit Syiar Digital Indonesia (SDI) yanv diselenggarakan oleh Umma.

Foto: Istimewa
Ustaz Ahmad cari cara berdakwah yang asyik bagi anak milenial

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Demi menggapai mimpinya menjadi orang yang berguna bagi masyarakat, Ustadz Ahmad Syafii Tarigan menebar dakwahnya sebagai da’i di Indonesia. Dengan karakternya yang khas, dia berhasil memikat para jamaahnya. Itu juga menjadi kelebihannya di ajang kompetisi Syiar Digital Indonesia (SDI) 2021 yang diselenggarakan oleh aplikasi Muslim Umma. Dia berhasil menjadi juara favorit tausiyah.

“Saya memang sudah lama ingin sekali bergabung dengan tim Umma, terutama podcastnya. Akan tetapi, saya tidak tahu harus menghubungi siapa untuk bergabung karena uVoicenya eksklusif,” kata Ustadz Ahmad kepada Republika.co.id, Senin (10/5).

Saat ia melihat pengumuman lomba, ia segera mendaftarkan dirinya dengan harapan ini bisa menjadi pintu masuk bergabung dengan tim Umma. Alhamdulillah, semua babak penyisihan ia berhasil lewati dengan baik. Dia mengaku tidak memiliki hambatan yang memberatkan. Tapi ada satu hal yang perlu dia dalami, yakni cara berdakwah yang asyik bagi anak milenial.

Biasanya, sasaran jamaah Ustadz Ahmad berumur di atas 30 tahun. Karena kompetisi ini memiliki syarat sasaran jamaah anak muda, ia harus memutar otak agar tetap asyik didengar. Salah satu contohnya adalah menyesuaikan gaya bahasanya dengan bahasa anak muda.

“Biasanya saya suka menyapa para jamaah dengan bapak atau ibu. Sekarang saya sapa dengan panggilan teman-teman atau hi guys. Penyesuaian itu memang menjadi tantangan sendiri,” ujar dia.

Karena terbiasa dengan deadline, Ustadz Ahmad dan timnya selalu mengerjakan tausiyahnya sebelum deadline yang sudah ditentukan Umma. Selama kompetisi pun, ia bisa membagi waktunya dengan baik antara lomba dan kegiatan sehari-harinya mengisi kajian baik secara daring mapun luring.

“Saya sesuaikan jadwal saya antara waktu kajian dan merekam tausiyah Umma. Misal, saya mengisi kajian Subuh setelah itu take record untuk Umma. Kemudian rekam lagi untuk kelas daring saya,” ucap dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA