Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Kabar Terbaru Proses Evakuasi KRI Nanggala-402

Rabu 12 May 2021 15:51 WIB

Red: Andri Saubani

Siswa menata lilin saat menggelar doa bersama di SMAK Hikmah Mandala, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (26/04/2021). Aksi doa bersama itu sebagai wujud rasa duka bagi 53 awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang gugur saat bertugas dalam latihan penembakan rudal di utara Bali pada Rabu April 2021. (ilustrasi)

Siswa menata lilin saat menggelar doa bersama di SMAK Hikmah Mandala, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (26/04/2021). Aksi doa bersama itu sebagai wujud rasa duka bagi 53 awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang gugur saat bertugas dalam latihan penembakan rudal di utara Bali pada Rabu April 2021. (ilustrasi)

Foto: Antara/Budi Candra Setya
Proses evakuasi KRI Nanggala-402 tetap dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Ronggo Astungkoro

Proses pengevakuasian Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Nanggala-402 masih terus dilaksanakan. Kabar terakhir, menyebutkan kapal-kapal bantuan dari China telah berhasil mengambil gambar video kondisi KRI Nanggala-402 dengan lebih jelas.

"(Kapal bantuan) sudah mengambil foto dan mengambil serpihan-serpihan kapal," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Julius Widjojono, kepada Republika, Rabu (12/5).

Dia juga menjelaskan, kapal-kapal bantuan dari China sudah mengambil gambar video yang menunjukkan kondisi KRI Nanggala-402 lebih jelas. Citra kapal yang berada di dasar laut itu kemudian digunakan oleh tim untuk mengalkulasi metode pengangkatan.

"Dari tim dikalkulasikan teknik metode apa yang akan dipakai, mengingat kedalamannya dan menggunakan robot tidak seluwes kalau pakai manusia (dalam pengevakuasian)," jelas Julius.

Dia menjelaskan, ada banyak faktor yang menjadi kendala dan keterbatasan dalam melakukan kajian akan hal tersebut. Namun, Julius memastikan, hingga saat ini belum ada rencana pembatalan evakuasi KRI yang tenggelam saat hendak melakukan latihan di Laut Bali tersebut.

"Banyak faktor yang menjadikan kendala dan keterbatasan untuk jadi bahan kajian," kata dia.

Baca Juga

Julius juga menegaskan, proses pengevakuasian KRI Nanggala-402 akan tetap dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri, Kamis (13/5). Kapal yang membawa prajurit yang akan melaksanakan sholat Ied akan berlabuh ke pelabuhan terdekat sembaei mengisi logistik yang diperlukan.

"Sebagian akan sholat Ied di pelabuhan, sambil isi logistik, sebagian masih di laut," ungkap Julius.

Julius menerangkan, kapal akan berlabuh di pelabuhan terdekat dari lokasi pencarian. Setelah sholat Ied dan pengisian logistik selesai, para prajurit dan kapal tersebut akan kembali melaut melanjutkan pencarian KRI Nanggala-402.

"Selesai sholat dan isi logistik melaut kembali," ungkap Julius.



Sebelumnya, Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf Angkatan Laut (Asrena KSAL), Laksda Muhammad Ali, mengungkapkan, proses pengangkatan kapal perang Republik Indonesia (KRI) Nanggala-402 agak sulit untuk dilakukan. Karena itu, dia menyatakan proses evakuasi tidak dapat ditentukan batas waktunya.

"Untuk mengangkat memang agak susah mungkin, karena untuk menempelkan pengait (kapal) dengan barang yang akan diangkat itu butuh tangan," ujar Ali di Rumah Sakit TNI AL dr Mintohardjo, Jakarta Pusat, Selasa (4/5).

Menurut Ali, tangan yang dimaksud bisa tangan penyelam atau tangan robot bawah laut. Namun, untuk penyelam memerlukan pakaian khusus yang dapat mencapai kedalaman 838 meter di bawah laut, lokasi KRI Nanggala-402 berada.

"Kalau penyelam dia harus pakai baju khusus yang bisa sampai kedalaman segitu. Nah ini agak sulit, mungkin akan dibantu robot untuk pasang itu (pengait)," jelas Ali.

Ali menerangkan, kapal yang memiliki pengait itu merupakan kapal milik SKK Migas. Kapal tersebut memang biasa beroperasi untuk memasang pipa-pipa bawah laut. Pengait tersebut, kata dia, dapat mengangkut barang yang cukup berat dari bawah laut.

Selain kapal milik SKK Migas, ada juga tiga kapal milik AL China yang akan membantu proses pengevakuasian KRI Nanggala-402. Kapal-kapal itu, yakni PRC Navy Ship Ocean Tug Nantuo-195, PRC Navy Ocean Salvage & Rescue Yong Xing Dao-863, dan Scientific Salvage Tan Suo II. Kapal terakhir dikabarkan masih dalam perjalanan.

Spesifikasi kapal-kapal salvage tersebut, yakni Ocean Salvage and Rescue Yongxingdao-863 memiliki panjang 156 meter, lebar 21 meter dan tinggi 7,5 meter. Kapal ini memiliki robot, sonar, side scane sereta boat rescue. Sementara itu,  Ocean Tug Nantuo-185 memiliki  panjang 119 meter, lebar 16 meter dan tinggi 6,5 meter.

Sedangkan Scientific Salvage Tan Suo II memiliki panjang 87,2 meter, lebar 18 meter dan tinggi 7 meter. Kapal-kapal salvage AL China  ini memiliki kemampuan untuk melaksanakan evakuasi  sampai kedalaman 4500 meter.

"Jadi ada tiga kapal China kemudian ada satu kapal dari SKK Migas itu siap akan berupaya terus menerus untuk mencoba mengevakuasi KRI Nanggala yang telah ditemukan posisinya di dasar laut Bali," kata dia.

In Picture: Doa Bersama untuk KRI Nanggala

photo
Warga dari berbagai elemen mengikuti doa bersama untuk Prajurit KRI Nanggala 402 di Pangkalan TNI AL Yogyakarta, Selasa (27/4). Doa bersama ini diikuti oleh pemuka lintas agama di Yogyakarta. Doa ini diadakan untuk mendoakan 53 prajurit awak Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang gugur saat bertugas. - (Wihdan Hidayat / Republika)
 

 

Pelajaran berharga

Pada Kamis (6/5) pekan lalu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, menyatakan, tenggelamnya KRI Nanggala-402 beserta 53 prajurit di dalamnya di perairan utara Bali pada 21 April 2021 yang lalu merupakan kehilangan bagi semua elemen bangsa. Menurut dia, TNI tidak hanya kehilangan alutsista strategis, tetapi juga kehilangan 53 prajurit terbaik yang telah gugur.

"Dan selamanya tidak akan pernah kembali kepada keluarga mereka untuk melanjutkan tugas menjaga perairan nusantara," ujar Hadi saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (6/5).

Hadi menyatakan, pemerintah telah memberikan penghargaan atas pengabdian para prajurit tersebut dengan memberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi serta tanda jasa bintang Jalasena. Selain itu, pemerintah juga memberikan beasiswa kepada seluruh putra dan putri para prajurit tersebut sampai setingkat S-1. Seluruh hak ahli waris juga telah diberikan.

Panglima TNI menyampaikan, tenggelamnya KRI Nanggala-402 beserta 53 prajurit terbaik TNI AL merupakan insiden dan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak. Pelajaran itu, yakni tugas sebagai seorang prajurit TNI mengandung risiko yang sangat tinggi.

Menurut Panglima TNI, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi tentang kondisi alutsista TNI, khususnya kapal selam yang dimiliki TNI Angkatan Laut, dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk melanjutkan modernisasi kapal selam.

“Rapat Kerja siang ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi TNI untuk memberikan penjelasan kepada para wakil rakyat yang terhormat terkait tenggelamnya KRI Nanggala, kondisi alutsista TNI AL dan rencana modernisasi ke depan," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah menegaskan, akan memodernisasi alutsista TNI. Hal itu akan dilakukan di tiga matra TNI, yaitu Angkatan Darat, Laut, dan Udara.

"Kita akan lakukan dengan satu upaya komprehensif dan upaya yang efisien, mungkin (karena) tadi kita ingin punya TNI yang handal," kata Prabowo dalam konferensi pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (22/4).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA