Rabu 12 May 2021 16:05 WIB

Telanjur Mudik Saat Pandemi, Lakukan 4 Hal Ini

Kesalahan yang sering terjadi adalah orang-orang makan bersama sambil mengobrol.

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Dwi Murdaningsih
Sejumlah warga berkumpul dan makan bersama. ilustrasi
Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Sejumlah warga berkumpul dan makan bersama. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Adanya temuan 4.123 kasus positif Covid-19 dari random testing terhadap 6.742 pemudik belum lama ini tentu memunculkan kekhawatiran tersendiri. Namun, sebagian orang mungkin sudah telanjur pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan keluarga tercinta.

"Ini sudah telanjur mudik, para pemudik sudah ada di kampung misalnya, yang penting adalah protokol kesehatan di antara mereka," kata praktisi kesehatan dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (11/5).

Baca Juga

Prof Ari dan pakar paru Indonesia Dr dr Erlina Burhan MSc SpP(K) membagikan beberapa imbauan yang perlu dilakukan oleh masyarakat bila telanjur mudik di tengah pandemi Covid-19. Berikut ini adalah empat imbauan di antaranya.

Anggap Semua OTG

Dalam situasi seperti ini, Prof Ari mengatakan sebaiknya setiap orang menganggap diri sendiri dan orang lain sebagai orang tanpa gejala (OTG). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kehati-hatian dalam beraktivitas selama mudik.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dr Erlina. Dengan menganggap semua orang adalah OTG, orang-orang akan lebih terdorong untuk melindungi diri dengan patuh terhadap protokol kesehatan.

"Jangan sampai berpikir, ah Covid-19 nggak ada di tempat kita, adanya di tempat orang lain," ujar Dr Erlina saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (11/5).

Pantau Gejala

Prof Ari mengatakan masa inkubasi dalam kasus Covid-19 bisa mencapai 14 hari. Oleh karena itu, pemudik dan keluarga di kampung halaman perlu melihat dan mewaspadai kemunculan gejala terkait Covid-19 dalam kurun waktu ini.

"Misal ada gejala-gejala kan harus periksa ke dokter untuk dipastikan (Covid-19 atau bukan)," jelas Prof Ari.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement