Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Pelatih Persib: Liga Harus Ada Degradasi

Rabu 12 May 2021 09:15 WIB

Red: Endro Yuwanto

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts.

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts.

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Belakangan ini, Liga 1 2021 tanpa degradasi banyak diperbincangkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts menegaskan pertandingan yang bersifat kompetisi seperti Liga 1 dan Liga 2 harus ada degradasi. Hal itu menjadi lazimnya kompetisi di mana pun.

"Di liga manapun di dunia ini dan di situasi normal apapun pasti mengikuti FIFA, begitu juga dengan PSSI yang berada di bawah FIFA, maka harus ada degradasi," kata Roberts dikutip dari laman resmi klub, Selasa (11/5). "Jika tidak, akan muncul sistem yang berbeda dan bisa menghilangkan integritas juga sikap sportif.

Pelatih asal Belanda tersebut mengutarakan pendapatnya terkait dengan usulan penghapusan sistem degradasi untuk Liga 1 dan Liga 2 tahun 2021, dari usulan sejumlah klub peserta yang akan ditentukan pada Kongres Tahunan PSSI. Penghapusan degradasi itu dikaitkan dengan situasi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih ada dan angka penyebarannya terus tumbuh di Indonesia.

Pelatih berusia 66 tahun itu akan memberikan dukungan penuh kepada manajemen Persib terkait penolakan atas usulan tersebut. Lebih dari itu, Robert yang mengasuh skuad berjuluk Maung Bandung tersebut juga menanti kepastian terkait penyelenggaraan kompetisi Liga 1 2021.

"Saya mendukung penuh kebijakan manajemen Persib bahwa liga di mana pun itu harus ada yang namanya degradasi. Tapi poin utamanya adalah hingga saat ini, kami pun masih belum tahu kepastian penyelenggaraan Liga 1 dan bagaimana formatnya," jelas Robert.

Belakangan ini, Liga 1 2021 tanpa degradasi banyak diperbincangkan, usai rapat Exco terpusat yang diselenggarakan pada hari Senin (3/5) lalu yang merencanakan perihal kompetisi tanpa adanya status degradasi tim papan bawah dalam klasemen. Selain sistem degradasi yang dicanangkan untuk dihapuskan, sistem format liga juga menjadi perdebatan, yakni sistem "bubble" yang masih menjadi pembahasan pihak petinggi sepak bola Indonesia.

Beberapa aturan tersebut memang masih bersifat sementara, sembari menunggu Kongres PSSI 2021 yang dijadwalkan pada 29 Mei yang akan memutuskan secara final.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA