Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Haruskah Bangunin Sahur Pakai Toa Masjid?

Rabu 12 May 2021 12:03 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Aktris Zaskia Adya Mecca mengomentari cara membangunkan sahur lewat pengeras suara masjid.

Aktris Zaskia Adya Mecca mengomentari cara membangunkan sahur lewat pengeras suara masjid.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Zaskia Mecca yang mengomentari panggilan sahur menimbulkan polemik di masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, Unggahan aktris Zaskia Adya Mecca di tengah Ramadhan lalu tentang cara membangunkan orang sahur di Instagram menjadi viral dan memicu kontroversi. Pemeran tokoh Sarah dalam sinetron Kiamat Sudah Dekat ini mengatakan, membangunkan dengan cara berteriak-teriak seperti itu sangat mengganggu dan tidak etis.

Publik lantas terbelah menjadi dua. Ada yang mendukung pendapat Zaskia, tetapi tak sedikit pula yang nyinyir. Kubu pendukung merasa gembira karena akhirnya ada tokoh publik yang menyuarakan isu ini.

Rupanya selama ini cukup banyak orang yang gelisah dengan metode panggilan sahur tersebut. Sebaliknya, kubu yang nyinyir menganggap bahwa Zaskia lebay karena hal tersebut adalah hal lumrah di Indonesia.

Polemik ini sampai-sampai membuat Kementerian Agama turun tangan. Kemenag menegaskan pengeras suara masjid bukan untuk membangunkan orang sahur. PP Muhammadiyah juga mengusulkan agar pengeras suara masjid hanya dipakai untuk azan dan iqamah.

Masalah "penyalahgunaan" pengeras suara masjid sebenarnya bukan hal baru dan tidak terjadi pada bulan puasa saja. Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla beberapa tahun lalu pernah mengimbau agar pengeras suara di masjid tidak disetel terlalu bising supaya tidak mengganggu orang di sekitar masjid.

Pernyataan JK--sapaan akrab Jusuf Kalla--saat itu berkaitan dengan peristiwa persekusi yang terjadi di Medan, Sumatra Utara. Seorang non-Muslim bernama Meiliana dituduh menista agama Islam hanya karena bertanya kepada tetangganya tentang volume pengeras suara masjid yang menurutnya lebih bising dari sebelumnya.

Dari perspektif komunikasi, teriakan "Sahur, Sahur, Sahur!" yang berasal dari pengeras suara masjid merupakan sebuah simbol yang kemudian dimaknai sebagai cara untuk mengingatkan umat Muslim bahwa waktu sahur telah tiba. Tujuannya tentu
saja baik supaya kita tidak terlambat menyantap makanan.

Komunikasi sendiri diartikan sebagai sebuah proses penyampaian makna dari komunikator ke komunikan melalui penggunaan tanda, simbol, dan aturan semiotika yang dipahami bersama. Tanda atau simbol tersebut disampaikan oleh komunikator melalui medium tertentu kepada penerima dengan tujuan agar tercapai kesepahaman bersama.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA