Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Total Vaksinasi di Indonesia Capai 13.615.313 Orang

Rabu 12 May 2021 00:12 WIB

Red: Andri Saubani

Sebuah jarum suntik dan flacon dari vaksin virus korona (Covid-19) Turki ditampilkan di Institut Vaksin Universitas Hacettepe di Ankara, Turki pada 26 Januari 2021. Sebanyak 17 studi vaksin domestik Turki didukung oleh Institut Kesehatan Turki (TUSEB ) dan Dewan Riset Ilmiah dan Teknologi Turki (TUBITAK). (Aytaç Ünal - Anadolu Agency)

Sebuah jarum suntik dan flacon dari vaksin virus korona (Covid-19) Turki ditampilkan di Institut Vaksin Universitas Hacettepe di Ankara, Turki pada 26 Januari 2021. Sebanyak 17 studi vaksin domestik Turki didukung oleh Institut Kesehatan Turki (TUSEB ) dan Dewan Riset Ilmiah dan Teknologi Turki (TUBITAK). (Aytaç Ünal - Anadolu Agency)

Foto: Anadolu
Ada tambahan 140.226 orang disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama pada Senin (10/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat total ada 13.615.313 orang yang telah menjalani vaksinasi Covid-19, yang terdiri dari petugas kesehatan, petugas layanan publik serta para penduduk lanjut usia. Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang diterima di Jakarta, Selasa (11/5), angka itu menunjukkan telah ada tambahan 140.226 orang yang mendapatkan dosis pertama vaksin Covid-19 dibandingkan Senin (10/5).

Sementara itu, tercatat sebanyak 8.870.424 orang di antaranya telah menjalani vaksinasi kedua atau bertambah 115.168 orang. Dengan tambahan tersebut, maka 33,74 persen dari total 40.349.049 orang target sasaran vaksinasi tahap I dan tahap II telah mendapatkan dosis pertama Covid-19.

Baca Juga

Sementara baru 21,98 persen yang tercapai untuk vaksinasi dosis kedua. Secara terpisah, Tenaga Ahli Menteri Kesehatan bidang penanganan pandemi Covid-19 Dr Andani Eka Putra mengemukakan vaksin Covid-19 merupakan ikhtiar untuk melindungi diri agar tidak terpapar Covid-19.

"Berdasarkan data penelitian vaksin hanya bisa melindungi 65 persen, artinya jika 100 orang divaksin 35 orang positif, namun akan lebih baik ketimbang 100 orang tidak divaksinasi maka 100 orang akan positif," kata dia pada webinar Siaga Covid-19 dengan tema "Lebaran, Liburan dan Sekolah Gaya Baru" digelar bagian Ilmu Kesehatan Anak FK Unand/RSUP M Djamil Padang, bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar, LPPM Unand, Satgas Covid-19 dan Dinas Pendidikan Sumbar.

Menurutnya, vaksinasi melindungi diri sekitar 65 persen pada saat kondisi divaksinasi dan akan terus berkurang seiring berjalan waktu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA