Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Tak perlu Mudik, Bingkisan Keluarga Lewat E-Commerce

Kamis 13 May 2021 14:43 WIB

Rep: novita intan/ Red: Hiru Muhammad

Pengunjung mempraktikkan pemanfaatan platform penjualan digital (e-commerce) JD.ID di Paris van Java Mall, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021). Program ekspansi JD.ID tersebut dalam rangka menyasar target konsumen yang lebih luas, baik kaum muda ataupun dewasa di Kota Bandung.

Pengunjung mempraktikkan pemanfaatan platform penjualan digital (e-commerce) JD.ID di Paris van Java Mall, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021). Program ekspansi JD.ID tersebut dalam rangka menyasar target konsumen yang lebih luas, baik kaum muda ataupun dewasa di Kota Bandung.

Foto: ANTARA/M Agung Rajasa
Pemerintah memberikan insentif sebesar Rp 500 miliar khusus perdagangan online.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wamendag Jerry Sambuaga menekankan mengenai perlunya mematuhi larangan tidak mudik tahun ini. Sebagai gantinya, membelikan bingkisan tanda mata kepada keluarga di kampung melalui marketplace dan berbagai jenis e-commerce lainnya. 

“Ini pilihan yang yang tidak kita sukai mengingat mudik sudah jadi budaya kita. Tapi demi kebaikan Bersama kita tahan dulu agar tidak mudik. Sebagai gantinya, kita bisa berikan tanda mata dan bentuk silaturahmi ke keluarga melalui belanja online atau bentuk lainnya," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (11/5).

Menurutnya saat ini pemerintah sedang mendorong belanja online. Beberapa waktu lalu pemerintah memberikan insentif sebesar Rp 500 miliar khusus perdagangan online. "Diharapkan  kegiatan ekonomi terus berjalan tetapi meminimalkan interaksi dan kerumunan di tempat-tempat perdagangan konvensional," ucapnya.

Menurutnya silaturahmi pad amomen lebaran ini diharapkan juga tidak membuat kerumunan-kerumunan atau interaksi antar kota yang membuka peluang meningkatnya penderita Covid. Pelajaran dari India dianggap seharusnya membuat Indonesia makin berhati-hati. Oleh karena itu pemerintah mengantisipasi agar momentum hari raya lebaran kali ini tidak membawa dampak Kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Kembali pada belanja online, Perdagangan online di Indonesia memang terus meningkat. Pada masa pandemi terjadi peningkatan bukan saja terjadi dalam aspek nominal tetapi juga pengguna dan varian produk yang dibeli.  Selain itu, Wamendag menekankan bahwa perdagangan online sudah makin meluas dan dilakukan oleh banyak sekali pelaku UMKM. karena itu, dengan menggalakkan belanja online di Hari raya bisa membangkitkan ekonomi masyarakat juga.

“Pada musim hari Raya seperti ini biasanya terjadi transfer uang dari kota ke desa, dari pusat ke daerah. Kalau kita tidak bisa mudik, kita tetap bisa mendorong transfer keuangan ini dengan belanja produk-produk daerah," ucapnya.

Lebih lanjut, Wamen milenial itu mengapresiasi makin meningkatnya kualitas produk daerah baik dari sisi mutu produk, pengemasan maupun pemasarannya. Ia melihat kapasitas pengusaha dan pelaku ekonomi di daerah makin besar. 

“Ada kesadaran untuk berproduksi dengan market oriented. Ini terlihat dari cara produksi yang makin memenuhi standar, kemasan dan branding yang baik dan marketing yang makin kreatif," ucapnya.

Jerry berharap konsumen juga semakin meningkatkan kebanggaan pada produk daerah dan produk nasional. Kebanggan itu menurut jerry bukan hanya diungkapkan dengan slogan tetapi juga dengan membeli dan menggunakannya. Dengan begitu konsumen akan ikut turut membangkitkan daya saing produk nasional.

“Momen Lebaran ini akan sangat berarti bagi produsen Daerah. Karena itu, mari manfaatkan THR atau pendapatan lainnya untuk berbelanja produk daerah dan produk nasional. Dengan demikian, ekonomi akan Kembali pulih, pengangguran bisa terus berkurang dan pendapatan masyarakat akan terus meningkat.” Tutur Jerry. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA