Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

De Bruyne, Asah Kemampuan di Jerman, Mengilap Bersama City

Kamis 13 May 2021 15:23 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

Gelandang Manchester City Kevin De Bruyne.

Gelandang Manchester City Kevin De Bruyne.

Foto: AP/Laszlo Balogh
Perjalanan De Bruyne mencapai bentuk terbaik seperti sekarang dilewati dengan sulit.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Kompetisi Bundesliga Jerman tak akan bisa dipisahkan dari kesuksesan Kevin De Bruyne bersama Manchester City. Sebab, karier cemerlangnya bersama the Citizens berangkat dari dua klub Jerman, Werder Bremen dan Wolfsburg.

De Bruyne mengasah keahliannya bersama dua klub papan tengah Jerman tersebut. Kariernya tak berjalan lurus. Perjalanan mencapai bentuk terbaik seperti sekarang dilewati dengan sulit.

Baca Juga

Dikutip dari laman resmi Bundesliga Jerman, De Bruyne menjalani evolusi sebelum menjadi salah satu pemain terbaik dunia. De Bruyne memulai karier di klub Belgia RKC Genk pada 2008 dalam usia 17 tahun. Empat tahun berselang, De Bruyne ditarik Chelsea. Namun persaingan ketat di lini tengah Chelsea kala itu membuat De Bruyne dipinjamkan ke Werder Bremen pada musim 2012/2013. Pemain kelahiran Drongen, Gent itu mencatatkan 10 gol dan sembilan assist untuk menyelamatkan tim empat kali juara Bundesliga itu dari degradasi.

Juergen Klopp, yang saat itu menangani Borussia Dortmund, ingin sekali menarik De Bruyne pada akhir masa pinjaman di Bremen. Ia ingin menempatkan De Bruyne sebagai suksesor Mario Goetze, yang pindah ke Bayern Muenchen. Namun, manajer Chelsea Jose Mourinho menolak untuk melepaskannya. Mourinho bersikeras De Bruyne memiliki kapasitas olah bola dan kreativitas yang dibutuhkan the Blues. Sayang, pada akhirnya sang pelatih tak memberikan De Bruyne posisi reguler.

Permintaan transfer pun datang pada musim dingin. Saat itu, Wolfsburg membuat rekor klub dengan mengucurkan dana 20 juta euro untuk membawa De Bruyne dari di London pada Januari 2013. Ia menghasilkan tiga gol dan enam assist selama paruh kedua musim 2013/2014.

De Bruyne kemudian menunjukkan Wolfsburg tak salah mengucurkan uang besar untuk menariknya. Ia mencetak rekor assist dengan 19 assist dalam semusim Bundesliga, memperbaiki rekor sebelumnya dari pemain Wolfsburg Zvjezdan Misimovic, saat mereka memenangi gelar juara liga pada 2009. Rekor De Bruyne ini kemudian dipecahkan Thomas Mueller pada musim 2019/20.

Lebih jauh, De Bruyne kemudian dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Jerman, setelah memimpin Wolfsburg meraih gelar Piala DFB serta finis di posisi runner up. "Dinobatkan sebagai pemain terbaik di negara asing itu sangatlah bagus. Ini adalah pengakuan besar atas musim saya," kata De Bruyne.

Musim berikutnya, ia menciptakan momen ikoniknya bersama Wolsburg ketika umpan silangnya membuat Nicklas Bendtner menyamakan kedudukan di DFL Supercup melawan Bayern Muenchen. Tendangan penalti De Bruyne dalam adu penalti kemudian menjadi hadiah perpisahan untuk Wolfsburg saat mereka mengangkat trofi.

 

Pada 2015...

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA