Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

MUI: Rayakan Idul Fitri dengan Sukacita, Tapi Jaga Prokes

Selasa 11 May 2021 17:32 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Nashih Nashrullah

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah mengingatkan umat Islam Indonesia jaga prokes merayakan Lebaran.

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah mengingatkan umat Islam Indonesia jaga prokes merayakan Lebaran.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
MUI mengingatkan umat Islam Indonesia jaga prokes rayakan Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Umat Islam sebentar lagi akan merayakan kemenangan Idul Fitri 1442 H. Dalam perayaan tahun ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menitip pesan agar Idul Fitri dilaksanakan dengan sepenuh hati, tetapi tetap menjaga diri dari penyebaran Covid-19. 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH M Cholil Nafis, menyebut Ramadhan merupakan bulan yang mengasah dan melatih kepekaan akan kemanusiaan seorang umat. Dengan berakhirnya bulan ini, perlu dirayakan dengan bertakbir dan tahmid. 

Baca Juga

"Pertama, tentu dengan Lebaran yang akan datang, kita bergembira, berbahagia, tanda kita menang saat Ramadhan. Ini latihan kemanusiaan, maka kita bertakbir dan bertahmid," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (11/5). 

Kiai Cholil menyebut, jika seseorang memiliki baju baru, pakailah baju tersebut saat hari raya. Jika memiliki dana yang mencukupi hingga 1 Syawal, beri atau belanjakanlah uang tersebut untuk keluarga secukupnya. Luaskan rezeki kepada keluarga, istri, dan anak-anak. 

Selanjutnya, dia menyadari tahun ini merupakan kali kedua Idul Fitri dirayakan di tengah pandemi Covid-19. Di tengah segala aturan dan pembatasan yang ada, tidak semua keluarga dan kerabat dapat berkumpul merayakan Idul Fitri bersama-sama.  

Di tengah pandemi ini, wajar jika merasa sedih karena tidak bisa bertemu langsung dengan beberapa keluarga dan kerabat. Interaksi pun menjadi terbatas karena khawatir akan penularan pandemi. 

Meski demikian, dia meyakinkan jika silaturahim tetap bisa disambung dengan alat komunikasi yang dimiliki saat ini. Berkat kemajuan teknologi, kini setiap orang dengan mudah sudah bisa bertatap muka melalui panggilan video. 

"Barangkali juga kalau ada rezeki berlebih, bisa mengirimkan uang kepada keluarga-keluarga yang lain. Mudah-mudahan rezeki yang dimiliki bisa membawa manfaat dalam kehidupan kita," ujarnya. 

Kiai Cholil lantas mengingatkan, jika kali ini adalah terakhir kalinya seorang Muslim menemui Ramadhan, setidaknya dia telah berupaya memberikan yang terbaik dan bergembira dengan kemenangan yang dia punya.  

Terakhir, kepada seluruh kaum Muslim, dia menyampaikan harapannya agar tetap merayakan kegembiraan, tetapi jangan sampai menghasilkan kesedihan. Dia mengingatkan agar tetap membatasi diri dan menjaga jarak. 

"Dirayakan sepenuhnya dengan keluarga terdekat dan kita jaga diri dengan protokol kesehatan," kata Kiai Cholil.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA