Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Ganjar Minta Petugas Antisipasi Jebolnya Penyekatan Pemudik

Selasa 11 May 2021 16:39 WIB

Red: Agus Yulianto

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan peninjauan posko penyekatan pemudik Polrestabes Semarang, di perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Semarang di kawasan Taman Unyil, Ungaraan, Kabupaten Semarang, Selasa (11/5).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan peninjauan posko penyekatan pemudik Polrestabes Semarang, di perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Semarang di kawasan Taman Unyil, Ungaraan, Kabupaten Semarang, Selasa (11/5).

Foto: Istimewa
Pintu-pintu penyekatan pemudik di perbatasan Jateng dan kabupaten/kota harus tegas.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta, petugas gabungan mengantisipasi jebolnya penyekatan pemudik di Jateng sebagai upaya mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

"Kalau masuk Jateng, kita tidak hanya memiliki 14 titik penyekatan perbatasan antarprovinsi, tapi ada juga 17 titik antarkabupaten/kota. Saya harap diketatkan sehingga harapannya bisa menyaring mereka (pemudik, red.)," katanya saat mengecek posko penyekatan pemudik di Kabupaten Semarang dan Salatiga, Selasa (11/5).

Dia mengatakan, pintu-pintu penyekatan pemudik di perbatasan Jateng maupun di kabupaten/kota harus lebih ketat. Terkait dengan hal itu, dirinya menegaskan, memiliki sistem berlapis untuk menangani kemungkinan jebolnya penyekatan pemudik.

"Sudah kami perhitungkan, itu pasti suatu saat akan jebol. Pasti ada yang nekat menerobos dan ternyata terjadi. Kasus di Jabodetabek itu polanya agak terasa, mereka menunggu pemudik lain, rombongan dan setelah terkumpul banyak mereka menerobos barikade. Kalau sudah seperti itu, pasti tidak mudah menangani dan akhirnya jebol," ujarnya.

Kalau pemudik masih bisa lolos di pintu penyekatan, lanjut Ganjar, maka antisipasi selanjutnya penerapan Program Jogo Tonggo yang diharapkan bisa berjalan di lapangan dan memastikan para pemudik sehatserta aman.

"Pengalaman di Banyumas, mereka dilaporkan dan dikarantina, maka saya minta pada semua masyarakat Jateng yang berhasil menerobos untuk melapor. Bukan apa-apa, kami tidak sedang mengejar penjahat, tapi ini demi memastikan anda semua sehat," tegasnya.

Saat ini, pihaknya sedang melacak pergerakannya seperti apa, untuk menyaring dan memastikan semua masyarakat sehat. "Kami ucapkan terima kasih pada mereka yang tidak mudik, Anda akan menjaga kesehatan diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Dan itu sikap patriotis," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA