Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Nadiem: Mahasiswa Perlu Belajar di Luar Kampus

Selasa 11 May 2021 12:24 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah / Red: Ratna Puspita

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim

Foto: Prayogi/Republika.
Nadiem mengatakan pelajaran di kelas tak mampu kembangkan kemampuan untuk kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mendorong agar semakin banyak mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar kampus. Masa-masa selama di perguruan tinggi memang saat terbaik untuk mengasah ketajaman berpikir dan mengejar cita-cita. 

"Pelajaran di dalam kelas itu sering kali tidak mampu mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja," kata Nadiem, dalam peluncuran Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA), Selasa (10/5). 

Baca Juga

Akhirnya, kekurangan yang terjadi selama mahasiswa belajar di kampus terbawa ketika lulus. Konsekuensinya pun pada saat mereka lulus, mahasiswa kesulitan dalam menghadapi dinamika dunia kerja. 

Menjawab hal ini, Nadiem mengatakan situasi seperti itu harus berubah. Caranya adalah dengan mentransformasi sistem perguruan tinggi agar lebih relevan dengan dunia di luar kampus. Itulah yang menjadi alasan Kemendikbud Ristek mendorong mahasiswa mencari banyak pengalaman di luar kampus. 

"Mahasiswa kita sekarang punya keleluasaan untuk belajar dari praktik terbaik di dunia industri, organisasi kemanusiaan, dan institusi kemanusiaan kelas dunia melalui program merdeka belajar," kata dia lagi. 

Implementasi program tersebut, kata Nadiem harus ditopang dengan sistem perguruan tinggi yang mendukung. Di dalam program IISMA, mahasiswa akan mendapatkan bantuan beasiswa untuk melakukan pertukaran dengan perguruan tinggi di luar negeri. 

Selama masa pertukaran selama satu hingga dua semester, mahasiswa akan diberikan kredit sebanyak 20 SKS. Sehingga, partisipasi mahasiswa dalam program kampus merdeka berkontribusi langsung dalam proses pembelajaran mereka. 

"Inisiatif berbasis kolaborasi dan gotong royong harus terus kita kembangkan untuk mewujudkan visi kita tentang pendidikan yang memerdekakan. Kolaborasi ini tidak bisa terbatas di skala nasional tapi harus mencapai lingkup global. Adanya program IISMA merupakan bibit dari kerjasama global tersebut," ujar Nadiem. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA