Selasa 11 May 2021 12:08 WIB

Dua Skenario Penanganan Longsor di Kayumanis Bogor

Setelah terjadi longsor susulan, 80 persen badan Jalan Kayumanis mengalami rontok.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Bilal Ramadhan
Petugas berdiri di dekat jalan yang longsor di Kampung Setu Asem, Mekarwangi, Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (10/5). Jalan yang longsor akibat hujan dengan intensitas deras dan tergerusnya pondasi tanah oleh aliran Kali Cigede Kulon. Bencana tersebut mengancam keselamatan tiga unit rumah warga hingga membuat jalan harus ditutup dari lalu lintas kendaraan. Republika/Putra M. Akbar
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas berdiri di dekat jalan yang longsor di Kampung Setu Asem, Mekarwangi, Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (10/5). Jalan yang longsor akibat hujan dengan intensitas deras dan tergerusnya pondasi tanah oleh aliran Kali Cigede Kulon. Bencana tersebut mengancam keselamatan tiga unit rumah warga hingga membuat jalan harus ditutup dari lalu lintas kendaraan. Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Kampung Setu Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor mengalami longsor pada Jumat (7/5) dan Sabtu (8/5). Setelah kejadian, terdapat dua skenario penanganan longsor di lokasi tersebut.

Diketahui, setelah terjadi longsor susulan, 80 persen badan jalan di titik longsor, tepatnya di Jalan Kayumanis mengalami rontok. Sehingga, jalan tersebut tidak dapat digunakan untuk lalu lintas kendaraan.

Anggota DPRD Kota Bogor, Karnain Ahsyar mengatakan, terdapat dua skenario penanganan longsor yang berada di belakang Perimahan Taman Sari Persada itu.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bogor ini menjelaskan, secara penganggaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor telah bergegas untuk memproses kejadian tersebut sebagai kejadian bencana.

“Selanjutnya diproses untuk dapat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor. Karena membutuhkan respons segera untuk memperbaiki kondisi jalan yang fungsinya sangat vital bagi masyarakat,” ujar Karnain.

Karnain menuturkan, berdasarkan skenario awal yang menggunakan alokasi yang sudah dianggarkan di APBD 2021 murni, tidak cukup untuk merespon situasi aktual. Berdasarkan keterangan yang diperolehnya dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bogor, anggaran yang dibutuhkan yakni sebesar Rp 3 miliar.

Selain itu, lanjutnya, skenario kedua yakni terdapat kajian dari Dinas PUPR Kota Bogor yang merumuskan perubahan skenario pekerjaan jalan di lokasi kejadian. Dimana, pekerjaan tangguln penahan tanah (TPT) dan perbaikan jalan di lokasi longsor, berubah menjadi kegiatan pembangunan jembatan.

“Pilihan ini sesuai hasil kajian akan lebih efektif dan solutif. Sekalipun berimplikasi pada penambahan anggaran yang bersumber dari BTT. Anggaran yang teragendakan sebelumnya digeser untuk memperkuat kegiatan pekerjaan Jalan Kayumanis-Kencana,” jelas Karnain.

Sebelumya, Kepala BPBD Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas mengatakan, hujan deras yang mengguyur Kota Bogor pada Sabtu (8/5) sore dan Ahad (9/5) dini hari, menyebabkan terjadinya 17 bencana alam di Kota Bogor. Theo memerinci, kejadian bencana tersebut berupa longsor dan banjir lintasan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement