Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Pemkot Bogor Masih Izinkan Takbiran di Kampung-Kampung

Selasa 11 May 2021 11:59 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Bilal Ramadhan

Sekelompok remaja memainkan alat musik rebana dalam memeriahkan malam takbiran di Jalan MA Salmun, Bogor, Jawa Barat.

Sekelompok remaja memainkan alat musik rebana dalam memeriahkan malam takbiran di Jalan MA Salmun, Bogor, Jawa Barat.

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra/ca
Takbiran boleh diikuti dengan kapasitas peserta maksimal 10 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menggelar rapat dengan kepala daerah se-Jabodetabek dan Cianjur di DKI Jakarta, Senin (10/5) siang. Dari rapat tersebut, ditentukan beberapa kebijakan jelang Lebaran, salah satunya peniadaan takbir keliling.

Bima Arya mengatakan, karena kegiatan takbir keliling dilarang, maka ia menganjurkan melakukan kegiatan takbiran secara virtual. Namun, jika ingin tetap melakukan takbiran di masjid setempat atau tingkat kampung, maka masyarakat setempat harus mengikuti aturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Takbiran boleh diikuti peserta dengan kapasitas maksimal 10 persen. “Di kampung-kampung boleh, tapi kapasitas hanya 10 persen untuk takbiran,” ucap Bima Arya, Senin (10/5).

Di samping itu, sambung Bima Arya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menutup tempat pemakaman umum (TPU) mulai Rabu (12/5) hingga Ahad (16/5). Sehingga kegiatan ziarah untuk beberapa hari ke depan ditiadakan.

Dia menegaskan, meski ziarah ditiadakan tetapi kegiatan pemakaman jenazah tetap dikecualikan. "Disepakati meniadakan ziarah ke pemakaman. Jadi ziarah ke pemakaman, akan ditutup kecuali kegiatan pemakaman. Pemakaman-pemakaman ini ditutup mulai 12 Mei hingga 16 Mei. Jadi disepakati bersama ini di Jabodetabekjur," ucapnya.

Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor ini mengaku, kebijakan-kebijakan tersebut tidak mudah  dilakukan. Namun, Bima Arya mengatakan, kebijakan-kebijakan tersebut diambil pemerintah untuk mengingatkan warga agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19. Seperti yang terjadi di India.

“Memang kebijakan ini tidak mudah kalau dikawal. Tapi paling enggak ada usaha kita untuk mengingatkan warga supaya sadar akan terjadi seperti India kalau kita semua cuek. Itu saja,” pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA