Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Duka KH Anwar Abbas Atas Kepergian Tengku Zulkarnain

Selasa 11 May 2021 11:33 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Wakil Sekertaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia. Tengku Zulkarnain melakukan sesi  wawancara bersama Republika di Jakarta, Rabu (5/12).

Wakil Sekertaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia. Tengku Zulkarnain melakukan sesi wawancara bersama Republika di Jakarta, Rabu (5/12).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Tengku Zulkarnain Adikku dan Harapanku

REPUBLIKA.CO.ID, Wafatnya Tengku Zulkarnain menyentak perhatian kaum Muslim Indonesia. Kesedihan ini dirasakan KH Anwar Abbas yang kini menjabat Wakil Ketua Umum MUI. Apalagi, dia bersama almarhum sempat cukup lama berada dalam kepengurusan tersebut.

Kepedihan dia dituangkan dalam sebuah tulisan yang berjudul: Tengku Zulkarnain Adikku dan Harapanku. Naskah ini kami terima Selasa pagi ini.

Selengkapnya tulisan tersebut begini:

'TENGKU ZULKARNAIN ADIKKU DAN HARAPANKU

Tengku Zulkarnaen adikku. Kini engkau telah pergi tanpa memberi tahu dan itu jelas-jelas sangat mengejutkan serta meninggalkan duka yang  dalam di hatiku.

Aku masih ingat bagaimana engkau masuk ke ruanganku kemudian kita ngobrol tentang berbagai persoalan  menyangkut umat dan agama serta bangsa ini. Masih terbayang olehku bagaimana sopan dan santunnya engkau kepadaku.

Tapi semua itu kini hanya akan menjadi  kenangan dan cerita yang telah  berlalu karena engkau sudah pergi dan sudah  menuntaskan tugasmu ke dunia yang diembankan oleh Allah Swt kepadamu.

Pak Tengku, begitu aku suka dan biasa memanggilmu. Aku juga masih ingat tentang sikap dan pandangan-pandanganmu dalam berbagai masalah tertentu.

Terkadang untuk tidak menyakitkan dan menyinggung perasaan orang lain engkau hiasi penyampaian sikap dan pandanganmu itu dengan canda-candamu yang bermutu.

Sehingga aku sangat sering engkau buat menjadi  tersipu-sipu. Karena di samping kata-katamu banyak menyentuh dan mengaduk-aduk otak dan hatiku. Engkau juga telah mengimbanginya dengan membuat aku tertawa yang benar-benar mengocok perutku. 

Pak Tengku, engkau adalah adik dan sekaligus sahabatku. Aku tidak hanya akan  mendengar dan mengingat kata-katamu karena engkau aku lihat  adalah juga  orang  yang sangat suka membantu.

Saya lihat engkau sangat suka meringankan hidup orang lain tidak hanya dengan  ilmumu tapi juga dengan tangan dan hartamu. Hal ini tentu saja sangat patut untuk ditiru tidak hanya oleh anak-anak dan handai taulanmu, tapi juga oleh semua orang yang percaya bahwa mereka juga akan pergi untuk  menghadap Tuhanku dan Tuhanmu.

Pak Tengku, selamat jalan, semoga kita bisa kembali  nanti  bertemu. Mudah-mudahan kita sama-sama dimasukkan oleh Allah Swt ke dalam syurga yang telah menjadi idamanku dan idamanmu serta para sahabat dan jamaahmu.

Aamiin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA