Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Warga Kota Malang Dianjurkan Sholat Ied di Masjid Terdekat

Selasa 11 May 2021 05:52 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah

Wali Kota Malang Sutiaji

Wali Kota Malang Sutiaji

Foto: Dok. Humas Pemkot Malang
Warga juga diimbau agar menghindari bersalaman dengan lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, , MALANG -- Wali Kota Malang Sutiaji menganjurkan warganya untuk Sholat Ied di masjid atau mushala terdekat. Langkah ini dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

"Kalau ada di RW 05, tidak harus dia (warga ikut sholat) di RW 09, di RW 05 saja. Diadakan kegiatan dengan panitia kecil, mungkin menghimpun beberapa RT," kata Sutiaji kepada wartawan di Balai Kota Malang, Senin (10/5).

Baca Juga

Selanjutnya, Sutiaji juga meminta warga agar menghindari untuk bersalaman dengan lainnya. Hal ini harus dihindari termasuk mencegah kerumunan yang dapat memicu penyebaran Covid-19. Setelah melaksanakan Sholat Ied, warga harus kembali ke rumah masing-masing.

Berdasarkan hasil rakor dengan Gubernur Jatim, Sholat Ied hanya diperbolehkan untuk daerah dengan zona hijau atau kuning. Ketentuan ini mengikuti standard dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bukan Menteri Kesehatan (Menkes) RI. Sebagian besar wilayah di Kota Malang masuk kategori zona hijau dan kuning.

Meskipun Sholat Ied diizinkan, warga harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dengan baik. "Jadi bagaimana protokol Covid-19 itu kita breakdown. Kita rapat dengan MUI, Muhammadiyah, NU untuk lakukan pendalaman dan nanti akan dilakukan surat edaran tentang bagaimana protokol pelaksanaannya," ucap Sutiaji.

Hal yang pasti, Pemkot Malang akan menginstruksikan para takmir untuk menata saf selama pelaksanaan Sholat Ied. Para jamaah juga harus sudah melakukan wudhu di rumah dan membawa sajadah masing-masing. Ketika Sholat Ied selesai, para takmir harus mengatur jalan pulang jemaah agar tidak terjadi kerumunan. "Seperti per saf secara bertahap boleh meninggalkan lokasi sehingga tidak terjadi kerumunan," ungkapnya.

Untuk diketahui, saat ini total kasus positif Covid-19 di Kota Malang telah mencapai 6.498 orang. Dari jumlah tersebut, 590 orang meninggal dan 5.872 orang dinyatakan sembuh. Sementara untuk 27 orang lainnya masih dalam perawatan dan isolasi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA