Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Soal ESL, Presiden FIGC Ancam Coret Juventus dari Serie A

Senin 10 May 2021 23:02 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Israr Itah

Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina mengancam mencoret Juventus dari Serie A musim depan.

Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina mengancam mencoret Juventus dari Serie A musim depan.

Foto: figc
Juventus, Barcelona, dan Real Madrid masih berkeras lanjutkan Liga Super Eropa (ESL).

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina mengancam tidak akan memperbolehkan Juventus berpartisipasi di pentas Serie A musim depan. Ancaman ini terkait sikap I Bianconeri yang enggan meninggalkan rencana pembentukan Liga Super Eropa (ESL). 

"Saat klub sepakat untuk menjadi bagian dari kompetisi di Italia, maka dia secara otomatis sudah terikat dengan badan otoritas internasional dan regional. Karena itu, jika Juventus enggan menerima prinsip ini, maka mereka akan dicoret dari keikutsertaan di pentas Liga Italia pada musim depan," tutur Gravina seperti dilansir Football Italia, Senin (10/5). 

Baca Juga

Sebelumnya, sembilan dari 12 klub inisiator ESL memutuskan mengundurkan diri dari rencana penyelenggaraan kompetisi yang kerap disebut sebagai tandingan Liga Champions tersebut. Sembilan klub tersebut pun telah menyatakan kesepakatannya dengan Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) untuk tidak lagi terlibat dalam upaya pembentukan kompetisi lain di luar naungan UEFA. 

Namun, tiga dari 12 klub itu tetap berkeras untuk terus melanjutkan rencana pembentukan ESL ataupun kompetisi terpisah dari UEFA. Bahkan, tiga klub tersebut, yakni Juventus, Barcelona, dan Real Madrid, tidak gentar dengan berbagai potensi sanksi yang bakal dijatuhkan UEFA. 

Dalam sebuah pernyataan bersama, tiga klub itu menilai sanksi dari badan otoritas, tidak terkecuali UEFA dan FIFA, akan melanggar sejumlah putusan pengadilan. Ketiga klub tersebut menegaskan siap membuka dialog dengan otoritas sepak bola terkait, tapi dalam suasana kondusif tanpa ancaman.

Nyatanya, bukannya semakin mengendur, tekanan kepada Juventus makin kuat dengan FIGC kini ikut buka suara. Gravina pun menegaskan, hal tersebut sudah menjadi kebijakan dan aturan yang telah ditetapkan FIGC. Gravina berharap, perselisihan yang terjadi antara ketiga klub tersebut dengan UEFA terkait penyelenggaran ESL bisa segera berakhir. Kedua belah pihak diharapkan bisa segera menemukan solusi yang tepat. 

"Saya ikut menyesal, terutama kepada para suporter yang khawatir soal status klub pujaan mereka. Namun, semua orang harus menghormati yang ada. Sembilan tim sudah menyatakan mundur, tinggal tiga tim yang masih tersisa. Saya harap permasalahan ini bisa segera selesai," kata Gravina. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA