Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Survei Sebut 60 Persen Warga Jepang Ingin Olimpiade Batal

Selasa 11 May 2021 03:45 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

 Maskot Olimpiade Tokyo 2020 Miraitowa dan para biksu Buddha yang mengenakan masker pelindung wajah, di tengah pandemi penyakit virus korona (COVID-19), menghadiri upacara untuk mengungkap tampilan Simbol Olimpiade di Gn. Takao di Hachioji, Jepang, 14 April 14, 2021,

Maskot Olimpiade Tokyo 2020 Miraitowa dan para biksu Buddha yang mengenakan masker pelindung wajah, di tengah pandemi penyakit virus korona (COVID-19), menghadiri upacara untuk mengungkap tampilan Simbol Olimpiade di Gn. Takao di Hachioji, Jepang, 14 April 14, 2021,

Foto: EPA-EFE/KIM KYUNG-HOON
Kalau jadi, Olimpiade akan dimulai pada 23 Juli.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hampir 60 persen orang di Jepang ingin Olimpiade Tokyo dibatalkan. Hal ini menurut survei yang dilakukan kurang dari tiga bulan sebelum Olimpiade dimulai.

Jepang telah memperpanjang keadaan darurat di Tokyo hingga akhir Mei dan sedang berjuang untuk menahan lonjakan kasus COVID-19. Lonjakan kasus covid-19 ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang apakah Olimpiade harus dilanjutkan.

Baca Juga

Olimpiade 2020, yang ditunda setahun karena pandemi, akan dimulai pada 23 Juli. Survei, yang dilakukan pada 7-9 Mei oleh harian Yomiuri Shimbun, menunjukkan 59 persen menginginkan Olimpiade dibatalkan, sementara 39 persen mengatakan bahwa Olimpiade harus diadakan.

"Penundaan" tidak ditawarkan sebagai opsi. Dari mereka yang mengatakan Olimpiade harus dilanjutkan, 23 persen mengatakan Olimpiade harus berlangsung tanpa penonton.

Penyelenggara telah melarang penonton dari luar negeri. Sedangkan keputusan akhir tentang kehadiran penonton domestik akan diumumkan pada bulan Juni.

Survei lain yang dilakukan pada akhir pekan oleh TBS News menunjukkan bahwa 65 persen menginginkan Olimpiade dibatalkan atau ditunda lagi, dengan 37 persen memilih untuk membatalkan acara sama sekali dan 28 persen menyerukan penundaan lagi.

Jajak pendapat serupa pada bulan April yang dilakukan oleh kantor berita Kyodo menemukan 70 persen menginginkan Olimpiade dibatalkan atau ditunda.

Pejabat tinggi Olimpiade John Coates, Sabtu (8/5), mengatakan di tengah sentimen Jepang tentang Olimpiade "mengkhawatirkan," dia tidak dapat memperkirakan skenario di mana penyelenggaraan pesta olahraga tersebut tidak akan dilanjutkan. Pada Ahad (9/5), petenis Jepang Naomi Osaka mengatakan bahwa meskipun dia telah menunggu seumur hidupnya untuk mengikuti Olimpiade, risiko mengadakan Olimpiade Tokyo harus didiskusikan dengan hati-hati.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA