Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Kelebihan dan Kekurangan NFT Sebagai Aset Digital

Selasa 11 May 2021 08:54 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Meme internet disaster girl laku Rp 7,2 miliar sebagai NFT.

Meme internet disaster girl laku Rp 7,2 miliar sebagai NFT.

Foto: David Roth
Sejak November 2017, ada total 196 juta dolar AS yang dibelanjakan untuk NFT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehadiran teknologi blockchain memunculkan tren berupa non-fungible token (NFT) sebagai aset digital baru. NFT adalah aset di gital yang mewakili berbagai macam barang berwujud dan tidak berwujud yang memiliki keunikan.

NFT saat ini menjadi sangat populer di kalangan pengguna dan perusahaan kripto karena mampu merevolusi bidang gaming dan collectibles. Sejak November 2017, ada total 196 juta dolar AS yang dibelanjakan untuk NFT menurut NonFungible.com.

"Ketika berbicara tentang dunia barang koleksi dan gaming, NFT disebut sebagai barang koleksi digital. NFT itu asik untuk dimiliki, dikoleksi, disimpan, atau dijual kembali," ujar Entreprenuer sekaligus pemilik Dallas Mavericks, Mark Cuban, dalam Ethereal Virtual Summit.

Baca Juga

Masing-masing NFT memiliki keunikannya sendiri dan berbeda dari NFT yang lain. Sebuah NFT juga tidak akan sama dengan NFT lainnya, baik dalam hal properti maupun nilai.

Karena setiap NFT diberikan digital hash yang membedakannya dari NFT lain. Fitur pembeda ini memungkinkan NFT untuk dapat memiliki sejarahnya tersendiri.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA