Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

Pedagang dan Juru Parkir Pasar Kebon Kembang Dites Antigen

Senin 10 May 2021 21:13 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Friska Yolandha

Sejumlah warga memilih busana muslim di Blok F Trade Center, Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, Jawa Barat, Ahad (9/5). Untuk memastikan keamanan masyarakat dalam berbelanja, Satgas Covid-19 Kota Bogor menggelar rapid test antigen secara massal dan acak kepada para juru parkir dan pedagang pasar.

Sejumlah warga memilih busana muslim di Blok F Trade Center, Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, Jawa Barat, Ahad (9/5). Untuk memastikan keamanan masyarakat dalam berbelanja, Satgas Covid-19 Kota Bogor menggelar rapid test antigen secara massal dan acak kepada para juru parkir dan pedagang pasar.

Foto: Antara/Arif Firmansyah
Rapid test hari ini dilakukan terhadap 100 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Jumlah pengunjung Pasar Kebon Kembang mengalami lonjakan pada dua hari menjelang lebaran. Untuk memastikan keamanan masyarakat dalam berbelanja, Satgas Covid-19 Kota Bogor menggelar rapid test antigen secara massal dan acak kepada para juru parkir dan pedagang pasar.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, rapid test hari ini dilakukan terhadap 100 orang. Rencananya kegiatan ini akan terus dilakukan hingga lebaran mendatang.

"Hari ini kita melakukan rapid test kepada para juru parkir untuk memastikan tidak ada penularan di pasar. Tentunya kegiatan ini akan terus kami laksanakan sampai dengan hari H lebaran nanti. Apalagi ada kemungkinan besar peningkatan pengunjung bakal terjadi di beberapa hari ke depan ini,” ucapnya.

Selain juru parkir, sambung Susatyo, rapid test antigen ini juga menyasar para pedagang yang berjualan di pasar tradisional. Hal tersebut dilakukan sebagai sampling, serta untuk mengetahui adanya potensi penyebaran Covid-19 di pasar tradisional.

Tidak hanya di pasar tradisional, Susaryo mengatakan, rencananya pemeriksaan serupa juga bakal dilakukan di sejumlah pusat perbelanjaan hingga mal. Namun, saat ini pemeriksaan difokuskan ke pasar tradisional yang tengah menjadi salah satu pusat kunjungan masyarakat.

"Sementara ini kita fokus terhadap pasar dulu, karena ini menjadi salah satu pusat kunjungan masyarakat. Nanti ke depan kita juga akan melaksanakan di pusat-pusat perbelanjaan hingga mal," ucapnya.

Mengenai kerumunan, Susatyo menambahkan, ada beberapa poin rekomendasi dan pendindakan yang akan dilakukan petugas jika terjadi penumpukan pengunjung di Pasar Kebon Kembang. Termasuk pembuatan check point pengawasan protokol kesehatan.

"Yang pertama, maka untuk akses untuk menuju ke Pasar Kebon Kembang ini hanya ada dua arus, yaitu dari Jalan Dewi Sartika dan Jalan Sawojajar. Untuk keluar itu hanya satu nanti kita akan lewatkan ke Jalan Pengadilan," ujarnya.

Lebih lanjut, Susatyo mengatakan, Jalan Dewi Sartika hanya diperbolehkan dilalui untuk angkutan umum dan angkutan online. Selebihnya, kendaraan pribadi akan disekat oleh petugas dalam waktu yang ditentukan.

Dia menuturkan, diharapkan kendaraan pribadi masuk ke kawasan pasar sejak pagi hingga pukul 12.00 WIB. Sedangkan pukul 12.00 WIB dan 18.00 WIB dikhususkan hntuk kendaraan umum. Namun, hal itu diberlakukan jika kondisi pasar sangat padat.

"Itu situsional apabila dibutuhkan atau sangat padat sehingga kami batasi betul agar tidak berdesakan di area dalam," katanya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA