Evaluasi Sementara, Pergerakan Penumpang Turun Signifikan

Red: Muhammad Hafil

 Senin 10 May 2021 17:18 WIB

Stiker khusus angkutan AKAP terbatas tertempel di sebuah Bus di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa (4/5). Kemenhub menerbitkan stiker khusus bagi bus yang akan tetap beroperasi mengangkut penumpang pada momen Lebaran. Bus dengan stiker khusus tersebut bukan melayani pemudik, tapi masyarakat yang melakukan perjalanan selain mudik atau dengan kebutuhan mendesak dan telah memenuhi syarat serta ketentuan sesuai peraturan dari satgas dan Kemenhub.Prayogi/Republika. Foto: Prayogi/Republika. Stiker khusus angkutan AKAP terbatas tertempel di sebuah Bus di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa (4/5). Kemenhub menerbitkan stiker khusus bagi bus yang akan tetap beroperasi mengangkut penumpang pada momen Lebaran. Bus dengan stiker khusus tersebut bukan melayani pemudik, tapi masyarakat yang melakukan perjalanan selain mudik atau dengan kebutuhan mendesak dan telah memenuhi syarat serta ketentuan sesuai peraturan dari satgas dan Kemenhub.Prayogi/Republika.

Pergerakan penumpang turun signifikan menjelang lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan evaluasi sementara penerapan pengendalian transportasi yang dilakukan hingga hari ini, Senin (10/5) dalam rangka mendukung kebijakan peniadaan mudik mulai tanggal 6-17 Mei 2021.

Sejumlah evaluasi yang disampaikan Menhub yaitu: Pertama, secara umum penerapan pengendalian transportasi hingga hari ini berjalan dengan baik. Terlihat dari jumlah pergerakan penumpang yang menurun cukup signifikan di semua moda transportasi.

“Di ratas tadi kami melaporkan bahwa secara umum peniadaan mudik ini ditanggapi dengan cukup baik oleh  masyarakat , ditandai dengan adanya penurunan jumlah pergerakan penumpang selama 6-9 Mei 2021 yang mencapai 77% di semua moda transportasi”,  kata Menhub usai menghadiri Rapat Terbatas bersama Presiden, Senin (10/5).

Kedua, Menhub menyampaikan, pergerakan transportasi untuk melayani kegiatan nonmudik yang dikecualikan juga dapat dikendalikan dengan baik. Termasuk angkutan logistik yang pergerakannya tetap berjalan seperti biasanya.

“Walaupun perjalanan penumpang dilakukan pembatasan secara ketat di masa peniadaan mudik, namun untuk angkutan logistik dipastikan tidak terkendala dan berjalan seperti biasanya, ”ujar  Menhub Budi.

Ketiga, Menhub menjelaskan, Kemenhub akan melakukan antisipasi terjadinya lonjakan pergerakan pada arus balik. Kemenhub memprediksi  akan terjadi lonjakan pada H+2 Idul Fitri 1442 H/2021.

“Ada dua hal yang kami usulkan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pada arus balik. Pertama yaitu, menghimbau  masyarakat untuk menunda kepulangan supaya tidak bertemu di satu tempat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan penumpukan. Kedua, kami usulkan dilakukan testing yang intensif di berbagai tempat yang konsentrasinya besar seperti di Madiun, Ngawi, Surabaya, Solo, Jogja, Semarang, Cirebon, Jakarta bahkan yang dari Sumatera di Bakauheni. Kami mengusulkan kepada  Menko Perekonomian  dan Menkes untuk memberikan tes Covid-19 gratis bagi mereka yang melakukan perjalanan melalui darat. Sementara untuk perjalanan transportasi lain  akan diberlakukan pengetatan syarat perjalanan seperti pada masa pra peniadaan mudik,” tutur Menhub.

Keempat,   terkait adanya kepulangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari dari Malaysia yang pulang dari wilayah Kepulauan Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara, Kemenhub telah berkoordinasi dengan operator transportasi untuk menyiapkan kapal-kapal dan juga bus untuk mengangkut mereka sampai ke tempat tujuan akhir mereka.

Dan Kelima, telah disetujui di dalam rapat terbatas bahwa tidak ada lagi penerbangan charter dari luar negeri  yang beroperasi melayani tenaga kerja asing  selama masa peniadaan mudik (hingga 17 Mei 2021). Menhub juga meminta para tenaga kerja asing untuk menunda perjalanannya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X