Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Ridwan Kamil: 99 Persen Warga Jabar tidak Mudik Lebaran

Senin 10 May 2021 16:58 WIB

Red: Ratna Puspita

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (ketiga kanan) bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri (kedua kanan) saat melakukan pemantauan posko penyekatan larangan mudik di gerbang Tol Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (10/5). Pada hari kelima penerapan larangan mudik Lebaran 2021, petugas gabungan di posko penyekatan larangan mudik Padalarang telah memutarbalikan sedikitnya 30 kendaraan berplat luar kota karena tidak memiliki surat kesehatan serta ijin perjalanan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (ketiga kanan) bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri (kedua kanan) saat melakukan pemantauan posko penyekatan larangan mudik di gerbang Tol Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (10/5). Pada hari kelima penerapan larangan mudik Lebaran 2021, petugas gabungan di posko penyekatan larangan mudik Padalarang telah memutarbalikan sedikitnya 30 kendaraan berplat luar kota karena tidak memiliki surat kesehatan serta ijin perjalanan.

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Jumlah kendaraan yang dilarang melintas untuk bepergian mudik mencapai 60 ribu.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Kang Emil mengatakan, 99 persen warga Jabar tidak mudik ke kampung halamannya pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah atau Lebaran Tahun 2021. Ia mengatakan, jumlah pemudik tahun ini sangat kecil, hanya satu persen dari total sekitar enam juta warga. 

“Jadi 99 persen warga sudah sesuai dengan aturan pemerintah (tidak mudik)," kata Kang Emil seusai meninjau posko penyekatan mudik di Gerbang Tol Cileunyi Kabupaten Bandung, Senin (10/5).

Baca Juga

Orang nomor satu di Provinsi Jabar ini mengatakan, jumlah kendaraan yang diputar balik oleh aparat di Provinsi Jawa Barat kembali bertambah. Hingga Senin (10/5) ini, jumlah kendaraan yang dilarang melintas untuk bepergian mudik mencapai 60 ribu.

Menurut dia, angka ini naik signifikan di mana pada dua hari pertama sudah mencapai 22 ribu kendaraan. "Jadi dari total 130 ribu kendaraan yang kita razia ada sekitar 60 ribu yang diputar balik. Jadi kalau ada bocor-bocor saya kira di bawah 60 ribu lah," ujar dia.

Dia mengatakan, dari banyaknya masyarakat yang masih memaksa mudik, telah dilakukan pemeriksaan Covid-19 secara acak dan hasilnya dari pengendara yang diamankan ada sekitar 15 orang yang terpapar virus corona. Ia menuturkan kondisi ini menunjukkan bahwa ketika masyarakat memaksa untuk pulang kampung bisa jadi mereka terpapar dan kemudian memaparkan virus corona kepada orang tua atau sanak saudara di rumahnya.

"Itu kasian nanti orang tua yang didatangi pemudik terpapar Covid-19," ujar Kang Emil.

Ia menuturkan, tradisi mudik dan pulang kampung bertemu orang tua pada perayaan Lebaran adalah hal yang mulia, namun sekarang di saat bersamaan ada bahaya yaitu wabah virus corona. Akan tetapi dengan kondisi ini maka mencegah harus lebih diutamakan sehingga semua pihak harus menahan diri tidak mudik.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA