Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Ketum Muhammadiyah: Hindari Narasi Saling Merendahkan

Senin 10 May 2021 16:07 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, mengajak umat Islam bersatu

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, mengajak umat Islam bersatu

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ketum Muhammadiyah Prof Haedar Nashir ajak umat Islam bersatu

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA— Ketua Umum Pimpinan Pusat, Muhammadiyah Haedar Nashir, meminta umat Islam di Indonesia mewujudkan nilai inti dari berpuasa dengan menghindari melontarkan berbagai narasi saling merendahkan sesama warga bangsa.

"(Menghindari) menciptakan narasi yang saling merendahkan sesama golongan, sesama elite, tokoh, dan warga bangsa yang membuat kehidupan kita kehilangan nilai-nilai utama," kata Haedar secara virtual saat konferensi pers di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (10/5).

Baca Juga

Memasuki pengujung Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, dia juga mengimbau seluruh warga bangsa, khususnya Umat Islam untuk menghindari perilaku negatif lainnya seperti menyebarkan hoaks, kebencian, serta permusuhan, dan juga saling menghujat.

Bangsa Indonesia, kata dia, selama ini dikenal sebagai bangsa beragama, berpancasila, dan berkebudayaan luhur sehingga sudah sepatutnya menjauhi sederet perilaku negatif itu.

"Puasa dan Idul Fitri harus menjadi momentum untuk menerapkan praktik keislaman atau keberagamaan yang bersifat baik dan hindari hal-hal yang negatif sebagai implementasi ketakwaan," kata dia.

Praktik keberagamaan, menurut Haedar, harus mampu dihadirkan di ruang publik. Dengan demikian, esensi dari ibadah puasa harus menjadikan pengamalnya menyebarkan nilai-nilai luhur seperti perdamaian dan persatuan.

Nilai-nilai dalam gama Islam, menurut dia, harus menjadi kenyataan yang mampu menampilkan ahlak yang baik serta moralitas luhur di ruang publik yang mampu menghadapi perbedaan pandangan keberagamaan maupun politik.

"Jangan sampai kita banyak mengobral pertikaian yang diakibatkan perbedaan pandangan dan perspektif. Di sinilah hasil puasa itu membentuk insan-insan yang arif dan bijaksana," kata dia. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA