Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Ganjar Tutup Tempat Wisata di Empat Kabupaten Jateng

Senin 10 May 2021 15:04 WIB

Red: Indira Rezkisari

Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo.

Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo.

Foto: dok. Istimewa
Tempat wisata yang boleh buka di Jateng hanya terima 30 persen pengunjung.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan ada empat kabupaten di Jateng yang menutup objek wisatanya selama libur Lebaran 2021. Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

"Terima kasih untuk Kabupaten Magelang yang telah menutup semua objek wisatanya, kemudian Wonogiri, Kebumen, dan Kabupaten Kudus," kata Ganjar seusai meninjau Posko Terpadu Larangan Mudik di Kledung, Kabupaten Temanggung, Senin (10/5).

Ia mengatakan ada empat kabupaten yang menutup objek wisatanya selama libur Lebaran. Lalu objek wisata kabupaten/kota yang lain maksimum hanya menerima 30 persen dari daya tampung pengunjung.

"Kabupaten/kota yang lain kami minta maksimum hanya 30 persen, kalau tidak dan masih nekat lebih dari itu akan saya tutup," katanya. Ia menuturkan dalam beberapa hari ke depan akan terus dipantau, khususnya tempat-tempat pariwisata, soal kemungkinan mereka masih beroperasi.

Pemprov meminta Dinas Pariwisata untuk mengecek, maksimum pengunjung rata-rata 30 persen saja. "Kami tadi sempat mengecek di Candi Borobudur sudah ditutup, mudah-mudahan masyarakat tidak usah piknik dulu, di rumah saja kumpul dengan keluarga yang ada di rumah, nanti saudaranya yang tidak mudik bisa berkomunikasi secara daring," katanya.

Ganjar menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat yang sampai hari ini taat tidak mudik. "Di Posko Kledung ini tadi ada yang melintas dan mereka membawa surat hasil tes swab, ini bagus sehingga mereka memenuhi syarat, insya Allah aman, tetapi yang tidak membawa surat di sini sudah ada bantuan untuk dites," katanya.

Ia menyebutkan pada 5 Mei 2021 masih ada peningkatan arus mudik, namun pada 6 Mei 2021 datanya sudah turun. Artinya masyarakat taat. Ganjar menyebutkan kalau data yang terhimpun dari Jogotonggo tidak terlalu banyak karena kurang lebih baru sekitar 8 persen mereka menginput, angkanya sekitar 12.000, tetapi kalau mengecek data kedatangan di sejumlah simpul, asumsinya sudah mencapai 641.000 pemudik.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA