Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Penasihat Keamanan AS Prihatin dengan Bentrokan di Yerusalem

Senin 10 May 2021 14:52 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Seorang petugas polisi Israel mengarahkan senapannya ke arah demonstran Palestina selama bentrokan di Gerbang Damaskus di luar Kota Tua Yerusalem, Sabtu, 8 Mei 2021.

Seorang petugas polisi Israel mengarahkan senapannya ke arah demonstran Palestina selama bentrokan di Gerbang Damaskus di luar Kota Tua Yerusalem, Sabtu, 8 Mei 2021.

Foto: AP/Oded Balilty
Penasihat keamanan AS meminta Israel memastikan ketenangan di Yerusalem

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan menyatakan keprihatinan serius tentang bentrokan kekerasan di Yerusalem, Ahad (9/5). Gedung Putih mengatakan, pernyataan itu disampaikan langsung melalui panggilan telepon dengan Penasihat Keamanan Nasional Israel, Meir Ben-Shabbat.

"Mendorong pemerintah Israel untuk mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan ketenangan selama peringatan Hari Yerusalem," ujar Gedung Putih.

Baca Juga

Konfrontasi baru pecah antara warga Palestina dan polisi Israel di beberapa bagian Yerusalem Timur pada Ahad. Wilayah yang kembali memanas seperti Sheikh Jarrah dan di luar Kota Tua, serta di Haifa.

"Sullivan juga menegaskan kembali keprihatinan serius Amerika Serikat tentang potensi penggusuran keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah," kata pernyataan Gedung Putih.

Sullivan dan Ben-Shabbat setuju bahwa peluncuran serangan roket dan balon pembakar dari Gaza ke Israel tidak dapat diterima dan harus dikutuk. Sullivan juga menyatakan komitmen pemerintahan Joe Biden untuk keamanan Israel. Tapi, Sullivan juga menegaskan mendukung perdamaian dan stabilitas di seluruh Timur Tengah. AS akan tetap terlibat penuh di hari-hari mendatang untuk mempromosikan ketenangan di Yerusalem.

Bentrokan itu dipicu oleh rencana penggusuran beberapa warga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur, daerah yang direbut Israel dalam perang 1967. Peristiwa membuat banyak korban jiwa, termasuk sekitar 300 warga Palestina terluka.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA