Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Menhub Usulkan Dua Opsi Antisipasi Arus Balik Lebaran

Senin 10 May 2021 14:19 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri / Red: Nidia Zuraya

Ketua DPR Puan Maharani (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) meninjau persiapan larangan mudik di Stasiun Kejaksan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021). Kunjungan tersebut untuk melakukan pengawasan langsung persiapan larangan mudik Lebaran di sejumlah titik di Cirebon.

Ketua DPR Puan Maharani (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) meninjau persiapan larangan mudik di Stasiun Kejaksan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021). Kunjungan tersebut untuk melakukan pengawasan langsung persiapan larangan mudik Lebaran di sejumlah titik di Cirebon.

Foto: ANTARA/Dedhez Anggara
3,6 juta masyarakat diprediksi akan kembali dari kampung halamannya pada H+2 Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan dua opsi untuk mengantisipasi penumpukan arus balik Lebaran nanti. Sebanyak 22 persen atau 3,6 juta masyarakat diprediksi akan kembali dari daerah kampung halamannya pada H+2 Lebaran.

“Oleh karenanya, dua yang kami usulkan,” kata Budi saat konferensi pers usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (10/5).

Baca Juga

Dua opsi yang diusulkan tersebut yakni meminta masyarakat untuk menunda kepulangan agar tidak terjadi penumpukan pertemuan pergerakan orang di titik tertentu. Selain itu, Menhub juga mengusulkan untuk memasifkan upaya tracing atau pelacakan di sejumlah tempat dengan konsentrasi masyarakat yang besar.

Seperti di Madiun, Ngawi, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Jakarta, dan juga di Bakauheni. Karena itu, Menhub mengusulkan agar pelaku perjalanan darat bisa mendapatkan vaksinasi gratis.

“Sehingga kami mengusulkan nanti Pak Menko dan Pak Menkes memberikan vaksin gratis untuk mereka yang melakukan perjalanan darat,” tambah Budi.

Sementara itu untuk perjalanan udara, Menhub akan mengusulkan dilakukan tracing dengan waktu yang lebih pendek. “Tapi besok baru kita akan melakukan pembahasan,” ucapnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA