Senin 10 May 2021 13:20 WIB

Pupuk Indonesia Siapkan Stok Jelang Lebaran

Pupuk Indonesia menerapkan digitalisasi guna memastikan distribusi bisa dimonitor

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk untuk memenuhi kebutuhan enam minggu ke depan. (ilustrasi).
Foto: Pupuk Indonesia
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk untuk memenuhi kebutuhan enam minggu ke depan. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk untuk memenuhi kebutuhan enam minggu ke depan. Sebanyak sekitar 803 ribu ton disiapkan di gudang-gudang kabupaten (lini III) di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut hampir tiga kali lipat dari stok minimum ketentuan pemerintah, yaitu sebesar 290 ribu ton. Rinciannya, pupuk Urea 349 ribu ton, NPK 175 ribu ton, ZA 102 ribu ton, SP-36 83 ribu ton, dan organik 93 ribu ton.

Baca Juga

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal mengatakan, sebagaimana arahan Menteri Pertanian, perusahaan telah memperkuat sistem distribusi sehingga semakin andal, efektif dan efisien. "Petugas lapangan kami memantau stok dan realisasi penyaluran secara harian, hingga mengevaluasi kinerja distributor setiap tiga bulan sekali dan kios resmi setiap enam bulan sekali," ujar Gusrizal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (10/5).

Sebagai bentuk pengawasan, ucap Gusrizal, Pupuk Indonesia menempatkan 612 petugas lapangan di berbagai daerah. Melalui petugas ini, perusahaan rutin berkoordinasi dengan dinas pertanian dan perdagangan, distributor, hingga kios resmi di daerah.

Selain itu, ungkap Gusrizal, Pupuk Indonesia juga menerapkan digitalisasi guna memastikan kegiatan distribusi dapat dimonitor setiap saat di antaranya adalah dengan menerapkan Distribution Planning and Control System (DPCS), yaitu sistem untuk merencanakan dan memantau pergerakan kapal, angkutan darat dan kondisi stok di gudang secara real time. Web Commerce (WCM), untuk penebusan pupuk secara online, dan sebagainya.

"Sehingga monitoring bisa kami lakukan secara online dari gudang produsen (lini I) hingga ke gudang penyangga (lini II) di tingkat provinsi," ucap Gusrizal.

Kata Gusrizal, Pupuk Indonesia juga memperkenalkan sistem informasi niaga, yang bertujuan untuk memantau pergerakan pupuk bersubsidi dari gudang distributor (lini III) hingga ke ke seluruh kios resmi (lini IV).

"Penyaluran pupuk bersubsidi ini berdasar pada data alokasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pada awal tahun," sambung Gusrizal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement