Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Pasokan Bahan Pangan di Bandung Aman Selama Lebaran

Senin 10 May 2021 12:05 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Bersama sejumlah pejabat dari dinas terkait, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana berbincang dengan pedagang daging sapi saat meninjau Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin (10/5). Yana memastikan menjelang Lebaran tidak akan ada operasi pasar karena pasokan aman dan kenaikan harga masih dalam batas toleransi.

Bersama sejumlah pejabat dari dinas terkait, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana berbincang dengan pedagang daging sapi saat meninjau Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin (10/5). Yana memastikan menjelang Lebaran tidak akan ada operasi pasar karena pasokan aman dan kenaikan harga masih dalam batas toleransi.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Pemkot Bandung menyatakan kenaikan harga bahan pangan masih terkendali

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan pasokan bahan pangan di Bandung menjelang Lebaran 1442 Hijriah hingga pasca-Lebaran dalam kondisi aman. Namun, sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan harga meski relatif masih terkendali.

"Jadi pertama pasokan pertama aman, ada beberapa komoditas yang naik malah ada komoditas yang turun tapi yang penting pasokan aman, pembeli juga relatif lebih baik dibanding tahun lalu, lebih banyak pembelinya," ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Senin (10/5).

Ia mengungkapkan, kenaikan harga bahan pangan menurut sejumlah pedagang merupakan hal wajar menjelang Lebaran 1442 hijriah. Karena itu, pihaknya belum akan melakukan operasi pasar sebab pasokan yang cukup dan harga yang tidak terlalu tinggi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan, harga bahan pangan yang naik di antaranya daging ayam dari Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 42 ribu per kilogram. Daging sari dari Rp 130 ribu per kilogram menjadi Rp 140 ribu per kilogram dan cabai tanjung dari harga Rp 50 hingga 60 per kilogram menjadi Rp 70 hingga 80 ribu per kilogram termasuk harga kentang yang naik.

"Di luar itu, pasokan aman tersedia, ini karena ritual Lebaran, aman tersedia. Beras tidak ada klorin, ayam tidak ada boraks, Pemkot masih menilai kenaikan wajar, tidak perlu ada OP. Kalau pasokan berkurang baru turun tangan," katanya.

Ia mengatakan, puncak jual beli jelang Lebaran akan terjadi pada H-2 Lebaran. Selain itu, saat ini jumlah pengunjung mengalami peningkatan tetapi belum kembali ke posisi normal sebelum pandemi. Ia pun memperkirakan tidak akan ada kenaikan signifikan atas harga bahan pangan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA