Berpuasa Ajarkan Rasa Toleransi

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Muhammad Hafil

 Senin 10 May 2021 06:30 WIB

Berpuasa Ajarkan Rasa Toleransi. Foto: Ilustrasi Ramadhan Foto: Pixabay Berpuasa Ajarkan Rasa Toleransi. Foto: Ilustrasi Ramadhan

Toleransi diajarkan diajarkan saat puasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengatakan, di samping menjalankan ibadah puasa pada Ramadhan ini, masih ada hal lain yang harus dilakukan. Ia mengatakan, menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, terlepas dari latar belakang agama dan golongan juga harus dijalankan, baik pada saat Ramadhan atau tidak.

Ibadah puasa, dikatakan Nadiem, juga merupakan praktik beragama yang dijalankan banyak umat. "Teman-teman kita beragama Hindu juga berpuasa wajib di hari besar. Jelang Paskah, teman-teman Kristen juga beribadah puasa. Oleh karena itu, toleransi adalah nilai karakter yang harus dijalankan sebagai bagian hidup kebangsaan," kata Nadiem, dalam keterangannya, Ahad (9/5).
 
Ia yakin semua orang ingin menjalankan ibadah dengan tenang dan belajar tanpa paksaan, serta menjalin pertemanan dengan siapa saja. "Tanamkan dalam benak kita rasa cinta terhadap perbedaan, lalu tularkan pada sekitar kita, agar semua orang punya hak yang sama dalam beragama, belajar, dan berkarya. Mari sama-sama kita wujudkan Indonesia yang bebas dari intoleransi yang akan mengakslerasi kemajuan bangsa kita," kata dia.
 
Senada dengan itu, tokoh agama yang akrab dikenal generasi muda Habib Husein Jafar Al-Hadar mengungkapkan, puasa mengajarkan kemanusiaan dan toleransi. Ia menjelaskan, pada saat puasa, seseorang belajar untuk merasakan menjadi orang kelaparan. Seseorang juga akan belajar untuk tidak membiarkan orang lain lapar.
 
Habib Husein juga menekankan pentingnya penghayatan iman dalam berpuasa. “Kita belajar tidak mudah marah pada orang lain. Ciri orang sukses puasa adalah bertakwa. Ciri orang bertakwa, kata Allah dalam surat Al-Imran, adalah tidak mudah marah, memaafkan orang lain yang membuat dia marah, dan bukan hanya itu saja, tapi malah memberi sedekah kepada orang yang membuat dia marah," tutur Habib Husein.
 
Selain itu, Habib Husein juga menyatakan bahwa di Surat Al-Baqarah telah dijelaskan bahwa puasa diwajibkan seperti kaum-kaum sebelum yang ada saat ini. Seperti yang dikatakan Mendikbud Ristek, agama selain Islam juga ada yang menjalankan puasa. Bahkan, pada zaman Nabi Nuh sudah ada, walaupun berbeda bentuk, cara, dan waktunya.

"Tapi dari sini kita belajar, kita ini ada persamaannya walau berbeda agama. Ayo kita fokus pada persamaannya, jangan mengumbar perbedaannya, agar persaudaraan makin erat. Kita cari titik samanya, jangan cari titik bedanya," kata dia lagi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X