Dirjen Bimas Islam Kemenag Tutup Sesi Kajian Tematik

Red: Bilal Ramadhan

 Ahad 09 May 2021 23:36 WIB

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin Foto: Republika/Putra M. Akbar Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin

Ibadah merupakan instrumen agar kita bisa merasakan sinyal-sinyal ketuhanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nurani Institute Indonesia (NUI) melanjutkan kajian rutin tematik Ramadhan yang bertema Pendidikan Karakter Milenial yang ke-9 pada Sabtu, 8 Mei 2021 pukul 20.15 WIB secara daring via zoom. Acara kajian berjudul “Hakekat Taqwa dan Fitri” yang diisi oleh Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA. Beliau merupakan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan ibadah merupakan instrumen agar kita bisa merasakan sinyal-sinyal ketuhanan. Dengan beribadah kita dapat merasakan kehadiran Allah.

“Orang yang bertaqwa adalah orang yang selalu merasakan kehadiran Allah SWT,” ujar Kamaruddin dalam rilisnya, Ahad (9/5).

Orang yang selalu merasakan kehadiran Allah, akan memiliki kepribadian yang berintegritas. Karena sejatinya saat kita beribadah kepada Allah, kita sedang membangun komitmen pribadi antara Allah dan diri kita sendiri.

Beliau juga menambahkan tantangan kita setelah merasakan kehadiran Allah adalah bagaimana kita akan menerjemahkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa hal ini berkaitan dengan pembersihan hati dan purifikasi spiritual dan ibadah puasa menjadi salah satu instrumen untuk membentuk karakter yang bertaqwa.

Kajian ke-9 ini sekaligus menjadi penutup kajian rutin tematik yang diselenggarakan selama bulan Ramadhan. NUI berharap dengan kajian ini, kita dapat lebih memahami bagaimana cara membentuk karakter berdasarkan ajaran islami dan tetap sesuai dengan cita-cita luhur Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebelum penyelenggaraan kajian rutin tematik Ramadan, NUI juga kembali mengadakan santunan untuk anak yatim, janda, dan dhuafa dalam rangka menyambut malam ke-27 Ramadan. Santunan dilaksanakan di hari yang sama pada pukul 16.00-17.00 WIB di kantor Nurani Institute Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh anak yatim, janda, dan dhuafa yang berdomisili di Jakarta Pusat. Selain pemberian santunan, NUI juga membagikan takjil untuk para jamaah yang hadir. Pemberian santunan ini merupakan kali ke-3 yang dilaksanakan oleh NUI setelah pelaksanaan di Masjid Riyadhul Jannah dan Panti Asuhan Putra Setia.

Selain itu, sebagai rangkaian kegiatan pada malam ke-27 Ramadhan, Aksi Ramadhan Berbagi Takjil juga dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia seperti Makassar, Bulukumba, dan Kalimantan Timur.

NUI juga akan kembali mengadakan berbagi takjil pada malam ke-29 Ramadhan sebanyak 200 paket. Semoga para donator dan semua pihak yang berpartisipasi dimudahkan rezekinya dan diberikan keberkahan dalam berbagai aktivitas kehidupan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X